PENGARUH TEKSTUR DAN KELEMBABAN TANAH TERHADAP POPULASI LARVA LEPIDIOTA STIGMA PADA PERTANAMAN TEBU DI KABUPATEN SLEMAN
RADIYANI MIRZA ALFARISI, Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M. Sc
2014 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui sebaran populasi larva L. stigma pada pertanaman tebu di Kabupaten Sleman. Pengamatan populasi dilakukan dengan menentukan lokasi pengambilan sampel di pertanaman tebu di Kabupaten Sleman di sepuluh tempat (Sambiroto, Grenjeng A, Grenjeng B, Tempelsari A, Tempelsari B, Njaplaksari, Pronanggan, Pundungrejo, Selokan, dan Seturan) dari bulan Februari- Juni. Parameter pengamatan yang digunakan adalah jenis uret (L. stigma), jumlah individu (ekor/m 2 ), kedalaman (cm), dan kelembaban tanah (%). Hasil penelitian menunjukkan pola penyebaran larva L. stigma pada pertanaman tebu di Kabupaten Sleman mengelompok. Jumlah individu tertinggi terdapat di Njaplaksari, sedangkan yang memiliki jumlah larva terendah adalah pada lahan Tempelsari B. tanah dengan kandungan fraksi debu yang tinggi (29,81 %) mengakibatkan jumlah populasi larva L. stigma menjadi tinggi. Mobilitas vertikal larva L. stigma dipengaruhi oleh kelas tekstur tanah dan kelembaban tanah. Pada kondisi fraksi debu atau kelembaban tanah meningkat kedalaman ditemukan uret cenderung lebih dangkal. Sebaliknya, semakin tinggi fraksi pasir menyebabkan kedalaman meningkat. Pada kondisi kelembaban tanah yang tinggi kedalaman uret cenderung lebih dangkal.
This research was aimed to know the determine the distribution of larval populations of L. stigma on sugar cane plantations in Sleman. Observations carried out by determining the location of population sampling in sugarcane plantations in Sleman district in ten places (Sambiroto, Grenjeng A, Grenjeng B, Tempelsari A, Tempelsari B, Njaplaksari, Pronanggan, Pundungrejo, Selokan, and Seturan ) of the month of February to June. Observation parameters used are larvae (L. stigma), the number of individuals (head/m2), depth (cm), and soil moisture (%). The results showed that the patterns of larval dispersal L. stigma on sugar cane plantations in Sleman were clustered. The highest number of individuals was found in Njaplaksari, while those with the lowest number of larvae was on Tempelsari B. Soil with a high content of dust fraction (29.81%) resulted in high number of larval populations of L. stigma. Vertical mobility of larval L. stigma was influenced by soil texture class and soil moisture. Larvae was tend to be found in shallow depth when the fraction of the dust or soil moisture was higher. Otherwise, larvae was tend to be found deeper when the fraction of the sand was higher.
Kata Kunci : Lepidiota stigma, tekstur tanah, kelembaban tanah