Laporkan Masalah

UPAYA DIPLOMASI JEPANG DALAM BIDANG ENERGI PASCA BENCANA FUKUSHIMA 2011

AYU PRIHASTINI, Dr. Maharani Hapsari, MA.

2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Apabila kita mendefinisikankan konsep keamanan energi sebagai ketersediaan energi sepanjang waktu dalam berbagai bentuknya, dalam jumlah yang tercukupi dan dengan harga yang terjangkau, tanpa mengganggu atau mempengaruhi keadaan perekonomian dan lingkungan, Jepang saat ini tengah menghadapi permasalahan yang sulit terkait keamanan energinya.Bagi sebuah negara yang sudah mengalami kesulitan atas keamanan energinya, bencana Fukushima yang terjadi telah membawa suatu fokus baru dalam keamanan energi dan kebijakan luar negeri mereka. Skripsi ini akan berargumen mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Jepang dalam keamanan energinya pasca bencana yang terjadi pada bulan Maret 2011, seperti yang dapat diperkirakan adalah rendahnya kemampuan untuk memproduksi energi secara mandiri, dan tingginya ketergantungan pada kawasan Timur Tengah. Skripsi ini juga akan menjelaskan mengenai kemungkinan bagi Jepang untuk meningkatkan posisi keamanan energinya melalui hubungannya dengan Rusia yang masih kurang dikembangkan.

If we are to define energy security as the availability of energy at all times in various forms, in sufficient quantities and at affordable prices, without unacceptable or irreversible impact on the economy and the environment, Japan is facing an energy security predicament. For a country that was already uneasy about energy security, the Fukushima’s accident has brought a new level of focus on Japan’s energy security challenges and its foreign policy. This undergraduate thesis will argue that Japan is facing some significant energy security challanges after the triple disaster of March 2011, most notably a very low energy sufficiency ratio and a heavy reliance on the Middle East. This undergraduate thesiswill also consider the potential to improve Japan’s energy security position through its underdeveloped relationship with Russia.

Kata Kunci : Jepang; Keamanan Energi, Fukushima, Interdependensi; Diplomasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.