Indeks glikemik makanan campuran pada pasien diabetesmelitus tipe-2 di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta :: Kajian indeks glikemik observasi dan perhitungan
ASTUTI, Herni, dr. P. Wijono, Sp.PDKE.,PhD
2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Indeks glikemik digunakan untuk memprediksi penggunaan makanan sumber karbohidrat untuk pasien Diabetes Melitus tipe-2 pada program perencanaan makan. Respon glukosa terhadap suatu makanan dapat diprediksi dengan mengetahui angka indeks glikemik makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui indeks glikemik makanan campuran. Metode: Subjek penelitian adalah pasien Diabetes Melitus tipe-2 dengan kadar glukosa darah terkontrol sedang (kadar glukosa darah puasa < 140 mg/dl dan 2 jam setelah makan < 200 mg/di). Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok A penderita Diabetes Melitus tip-2 yang mula-mula diberi glukosa monohidrat dan kelompok B penderita Diabetes Melitus tipe-2 yang mula-mula diberi makanan campuran (arem-arem isi kacang merah). Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan Cruss Over Design. Student's t - test digunakan untuk menguji perbedaan antara indeks glikemik observasi dan indeks glikemik prediksi Hasil: Luas area dibawah kurva kadar glukosa darah secara bermakna lebih rendah setelah mengkonsumsi arem-arem dari pada setelah mengkonsumsi glukosa monohidrat , (p < 0,051. Angka indeks glikemik arem-arem dengan cara observasi sebesar 4535 k 16,63 untuk kelompok A dan kelompok B sebesar 43,63 k 13,OO. Angka indeks glikemik prediksi arem-arem sebesar 45,17. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara indeks glikemik observasi dan indeks glikemik prediksi dari arem-arem. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini makanan campuran yang terdiri dari berm, kacang merah dan santan mempunyai indeks glikemik rendah, dapat disarankan untuk pasien Diabetes Melitus tipe-2.
Background: Glycemic index has been used to predict useful carbohydrate sources of food for patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) on dietary management program. There is controversy regarding the clinical utility of classifLing foods according to their glycemic responses by using the can markedly affwt the inter pretation of glycemic responses and the Glycemic Index value obstained. Methods: The study subjects were patients with non-insulin dependent diabetes mellitus, and in moderate glycemic control (fasting plasma glucose < 140 mg/dl and 2 hours, post prandial plasma < 200 mg/dl). The subjects were divided into two groups. The first group committed of patients who received glucose monohydrate and second group committed t of patients who received mixed meal (arem-arem isi kacang merah). The study design was an experimental cross-over study student's t - test was used to determine wether the glycemic index value observed and the predicted value are different. Results: The area under the curve for blood glucose was significahy lower after the meal with urem-urem than after the meal with glucose monohydrate (p < 0,05). Glycemic index value was 4535 _+ 16,63 by observed and Glycemic Index-value was 45, I7 by prediction. No significant difference was noticed between observed GI-value and predicted GI value. Conclusions : The results support the earlier study that a mixed meals containing rice, red bean and coconut milk can be administered to patients with NIDDM.
Kata Kunci : Gizi Pasien, Diabetes Melitus, Indeks Glikemik, glycemic index, type 2 diabetes mellitus, mixed meals.