Laporkan Masalah

Penerapan metoda pipa pralon berinsektisida penithotion 2,5 untuk pengendalian penyakit pes

RISTIYANTO, Dr.dr. FA. Sudjadi

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Pengendaliaii pinjal vektor pes dilakukan dengan eara tfmiing, tetapi cam rersebut hurang eiisien dan iiiencemari lingkungan. Metode lain pcngendaliaii piiijal adalah bumbun g barn bu berinsehi si da . W a1 aupun met ode i ni ma ni pu rnenekan kepadatan populasi pinjal &lam jangka waku lama (lebih dari 3 bulan), namun bumbung bambu cqat rusak. Oleh karena itu dilakukan penelitiarr penggunaan pipa pralon berinsektisida. Tujuan penelitian adalab uiituk mengetahui efektifitas dan efisiensi penerapan metode pipa pralon ben'nsektisida terhadap kepadatan populasi pinjal vektor pes, insidensi yes pada aia~iusia dan eksistensi antibodi pes pa& tikus, serta bakterj pes pada pinjal vektor pes Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2000-Juni 2001 1 daerah enzootik pes Dusun Sdorowo (daerah perlakuan) dan Dusm Ngaruh (daerah pembanding) Desa Kayukebek Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan rangkaian waktu, kelornpk peinbanding. Efektifitas penerapan pip pralon berinsekt i si da fenitrot hion 23 96 diukur berdasarkan penurunan kepadatasi ppulasi piiijal vektor pes, uji serologi pada serum darali inaiusia dan tikus, serta U J ~b akteriologi pada piiijal, sedangkan efisiensi iiietode pipa pralon berinsektisida diukur berdasarkan biaya keefektil'an ( w s l qfl2ctivenesh mdysis). Da1a.m mengukur efisiensi, metode pipa pralon berinsektisida dibandingkm dengan metode dusting dan bumbung bambu berinsektisida fenitrothion 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di ruinah ditemukan 4 jenis mamalia kecil, yaitu tikus ruinah R ruttirs diiurdii, tikus ladang R. exukurts, niencit ruinali Mus niusculus dan cecurut rumah Suncus rtiuriizus. Di ladang ditemukan tikus runah, tikus ladang, tikus belukar R. tiommicrrs dan cecurut rwnali. Cecurut babi HYk,~i~yssu illus hanya ditemukan di daerah perlakuaii, sedangkan ektoparasit ping htemukan di daerah rwnah dan lahig daerah prlakuan atau prnbanQng meliputi kelompok tungadcaplak (Laelapidae, TTombiculidae dan Ixodidae), kutu (Iioplopleuride) dan pinjal (Pul icidae, Pygiopsyllidae dan Hystrichopsyllidae). Penerapan pipa pralon berinsektisida fenitrothion 2,590 menunjukkan bahwa metode tersebut sfektif menurunkan indeks uinuiii pinjal tikus ruinah I?. tvttus ~ I W ~ IdI i nimah sebesar 44,0991 selama 3 bidan, tetapi kurang etddif iiitSIiuruJihaii iridehs uiiium pirijal tikus ladaiig I?. ~ ' , \ " ~ dd~ii ~kiidsa iig. insidensi pes pada maiiusia, tikus dan pitijal selama penelitian tidak ditemukan, sehingga efektifita penerapan metode tersebut terhadap insidensi pes belwii diketahui. Metode pipa pralon berinsektisida lebih efisien darjpada metode bumbung baiiibu dan dusting fenitrothion 2,596. Metode pipa pralon mernbutuhkan biaya sebesar Rp. I .726.576,-per penurunan 1 ekor pinjalhikus ruinah R. rultzis diurdiii3 bulan, redangkan metode bumbung baiiibu sebesar Rp. 3.375.088,-p er penurunan 1 ekor pinjal/tikus rmah /2. rutizcs djurdrii'3 bulan dan metode dusting sebesar Rp 1,341 .WO,- per penurunan 1 ekor pitijalitihus runah I?. rw/tiw chchu'10 hari. Metode pipa pralon efektif dan efisieis dignnakan iintrrk yengendalian pr rip! pada ~il\usr uinah I?. n ~ i f i uh d r r d i habitat rurnah, Lelapi lidak ef'ektif' digunakan nntuh iiisngendalihan piiijal pada tikus ladang R.exulons di ladang.

Flea control was c

Kata Kunci : Epidemiologi Pes, Pipa Pralon Berinsektisida


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.