PEMANFAATAN KULIT BUAH CARICA UNTUK PEKTIN DI UD. YUASSA FOOD BERKAH MAKMUR
NURUL CHASANAH, Ir. Ag. Suryandono M. App. Sc.
2014 | Tugas Akhir | D3 AGRO INDUSTRIProses produksi carica dalam sirup di UD Yuasa Food Berkah Makmur menghasilkan produk samping berupa kulit buah carica. Kulit buah carica tidak membahayakan lingkungan namun menimbulkan bau busuk akibat kadar air yang terkandung banyak yaitu mencapai 93,12%, maka dari itu perlu dilakukan minimalisasi terhadap kulit buah carica tersebut. Kulit buah carica mengandung karbohidrat dan serat kasar berturut-turut sebesar 4,46% dan 1,42% yang dapat digunakan sebagai sumber pektin. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi pembuatan carica dalam sirup, mengetahui proses apa saja yang menghasilkan kulit buah carica, mengetahui kadar pektin yang diambil dari kulit buah carica dan mengetahui nilai tambah dari pemanfaatan kulit buah carica untuk pektin. Proses pembuatan pektin dilakukan beberapa tahap yaitu persiapan bahan baku, ekstraksi pektin, pengentalan, pengendapan pektin, pencucian pektin, pengeringan dan penghalusan. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut asam asetat. Kulit carica dihaluskan dan ekstraksi sesuai variabel yang ditentukan lalu bahan disaring dengan kertas saring dalam keadaan panas. Filtrat dari hasil penyaringan ditambah dengan NaOH sehingga terbentuk endapan. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan Ca Klorida setelah itu dikeringkan dalam oven pada suhu 100°C sampai diperoleh berat yang konstan. Pektin kering ditimbang sebagai hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa pektin yang dihasilkan dari kulit buah carica yaitu 13,14%. UD Yuasa Food Berkah Makmur menghasilkan 200 kg kulit carica per hari sehingga dapat menghasilkan pektin sebanyak 26,28 kg per hari. Pemanfaatan kulit buah carica sebagai pektin akan sangat membantu industri karena dapat mengurangi jumlah kulit buah carica yang tidak termanfaatkan dan mengurangi biaya distribusi pembuangan kulit buah carica ke TPA serta memberikan nilai tambah bagi industri. Harga pektin mencapai Rp200.000,
Carica syrup production process in UD Yuasa Food Berkah Makmur generates byproducts such as carica fruit leather. Carica fruit skin but cause no harm to the environment due to the foul smell of moisture contained many which reached 93.12%, therefore it is necessary to minimize the skin of the fruit Carica. Skin carica fruit contains carbohydrates and crude fiber, respectively for 4.46% and 1.42% which can be used as a source of pectin. This thesis aims to determine the production process of carica syrup, knowing what processes are generating carica fruit leather, determine levels of pectin extracted from Carica fruit skin and determine the added value of the use carica fruit peel for pectin. The process of making pectin conducted several stages of preparation of raw materials, extraction of pectin, coagulation, deposition of pectin, pectin washing, drying and grinding. Implementation research using solvent extraction method with acetic acid. Carica smoothed skin and corresponding variables specified extraction and material filtered with filter paper in hot conditions. The filtrate from the filtration coupled with NaOH to form a precipitate. Purification was carried out by using Ca chloride then dried in an oven at 100 ° C until a constant weight is obtained. Weighed dry pectin as a result. The results showed that the pectin is produced from the skin of the fruit Carica is 13.14%. UD Yuasa Food Blessing Prosper carica produce 200 kg per day so that the skin can produce as much pectin 26.28 kg per day. Utilization of Carica fruit skin as pectin will greatly help the industry because it can reduce the amount of skin that is not utilized carica fruit and reduce distribution costs carica fruit leather disposal to landfill and provide added value to the industry. Price pectin reached 200,000,-per kg, if the company is sold to benefit Rp 5.256 million, - per day.
Kata Kunci : Kulit Carica, Ekstraksi, Pektin