Laporkan Masalah

Kesetaraan pasangan usia subur (PUS) dalam pengambilan keputusan KB di Kabupaten Gresik

SUBHAN,

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Partisipasi suami dalam keluarga berencana di Indonesia sangat rendah. Hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 1999 menggambarkan 98,1% peserta KB aktif di Indonesia &ah wanita atau para ibu dan 1,9 % sisanya adalah pria atau para suami. Namu begitu dalam proses pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi peran pria sangat dominan. Dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) antam tahun 1991- 1997 proporsi wanita yang menggunakan kontrasepsi atas pilihan suami menurun, sebaliknya proporsi wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi karena dilarang oleh suami semakin tinggi. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran kesetaraan karakteristik sosiodemografik Pasangan Usia Subur (PUS) (PendJdikan, Pekerjaan, Penghasilan), Pengetahuan suami tentang KE3 dan komunikasi suami istri tentang KB serta hubungannya dengan p l a pengambilan keputusan pada aspek Keluarga Berencaaa, yaitu pengambilan keputusan dalam penentuan jumlah anak yang diinginkan dalam keluarga dan pengambilan keputusan dalam penggunaan kontrasepsi. Rancangan penelitian ini adaiah non eksperimental dengan pendekatan Cross sectional dengan menggunakan tehnik survei, dan analisis dilakukan secara kuantitatif Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gresik Jawa Timur dengan populasi seluruh Pasangan Usia Subur yang ada di Kabupaten Gresik. Sedangkan sampelnya adalah suami yang masih PUS dan mempunyai anak minimal lorang. Adapun teknik pengambilan m p e l adalah multistage random sampling dan uji statistik yang dipnakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Kesetamm karakteristik sosiodemografik PUS (Pendidikan, Pekerjaan dan Penghasilan) mempunyai hubungan yang signifikan dengan pola pengambilan keputusan pada aspek keluarga berencana, baik pada aspek penentuan jumlah anak maupun aspek penggunaan kontrasepsi (P< 0,05); 2). Pengetahuan suami tentang KB mempunyai hubungan yang signifikan dengan pola pengambilan keputusan pada aspek kelwga berencana, baik pada aspek penentuan jumlah anak maupun aspek penentuan penggunaan kontrasepsi (P< 0,05); 3). Komunikasi suami istri mengenai IU3 mempunyai hubungan yang signifikan dengan pola pengambilan keputusan pada aspek keluarga berencana, baik pada aspek penentuan jumlah anak maupun aspek penentuan penggunaan kontrasepsi.

Husband‘s participation in family planning in Indonesia is low. The 1999 national social and economic survey showed that 98.1 % active family planning members in Indonesia were women or mothers and 1.9% were men or husbands. However, in the process of decision making for using contraception, the role of men was so dominant. The Indonesian health and demographic survey during 1991- 1997 showed that the proportion of women who used contraception as chosen by their husbands decreased. On the other hand, the proportion of women who did not use contraception because of their husbands’ refusal increased. The aim of this study was to find out the sociodemographic characteristics equality of eligible couples (education, job, income), husband’s knowledge of family planning, husband-wife communication about family planning, and their relationship with decision making pattern in family planning aspect, i.e. decision making in deciding the number of children they want in the family and decision making in the use of contraception method. This was a non-experimental study by the using cross-sectional approach with survey technique. The analysis was quantitatively, was held in the regency of Gresik, East Java with all eligible couples in Gresik as the population. The samples were husbands who are still considered as eligible couples and had at least 1 child. The samples were taken by the using multistage random sampling and Chi-square for statistical test analysis. The results showed that 1) Equality of sociodemographic characteristics among eligible couples had significant relationship with the decision making pattern in the family planning aspects both in the aspects of decision of the number of children and aspects of the use of contraception method (p<0.05). 2) Husband’s knowledge of family planning had significant relationship with the pattern of decision making of family planning aspect, both in the aspects of decision of the number of children and aspects of decision to use contraception method (p<0.05). 3) Communication of husband and wife about family planning had significant relationship with the pattern of decision making in the aspect of family planning. both in the aspects of decision of the number of children and aspects of decision to use contraception

Kata Kunci : Perilaku Sehat, Pasangan Usia Subur, Keputusan KB, equality of sociodemographic characteristics, eligible couple, decision making, family planning


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.