Laporkan Masalah

wilayah jelajah dan jenis pohon yang sering dimanfaatkan oleh joja (presbytis potenziani) di siberut utara

DIDIK SYAIFUDIN, drh. Subeno, M.Sc

2014 | Skripsi | KONSERV. SUMBER DAYA HUTAN

Joja merupakan satu dari empat primata yang terancam punah di Pulau Siberut. Perburuan dan penyempitan habitat merupakan dua hal yang paling mengancam kelestarian dari primata ini. Penyempitan habitat ini berpengaruh terhadap luas wilayah jelajah dari Joja, sehingga terkadang ditemui Joja di daerah perladangan. Kondisi ini mengakibatkan Joja mudah diburu dan dijadikan konsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui luas wilayah Joja dan untuk mengetahui jenis pohon yang dimanfaatkan di wilayah jelajahnya tersebut. Ini sebagai salah satu upaya konservasi untuk Joja. Metode penelitian adalah mengikuti pergerakannya dari pagi sampai sore, pukul 06.00 sampai 18.00. GPS digunakan untuk pegambilan data wilayah jelajah. Data jenis pohon yang sering dimanfaatkan diambil bersamaan dengan data wilayah jelajah. Data wilayah jelajah dianalisis dengan Minimum Convex Polygon dengan bantuan Home Range Tools di ArcGIS 9.3. Data jenis pohon diolah dengan perangkat lunak Microsoft Excel 2010. Data hasil pengamatan ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram bundar, kemudian dianalisis dengan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas wilayah jelajah pada dua kelompok yang diteliti adalah sekitar 14,428 sampai 22,754 ha. Hasil pada pemanfaatan jenis pohon berdasarkan kategori aktifitas. Hasilnya adalah Sibuluk tolobo (Joni) dan Langgurek (Junaedi) yang paling dominan untuk aktifitas makan. Pohon Sibeumunte (Joni) dan Gutgut (Junaedi) menjadi yang paling dominan untuk aktifitas istirahat. Aktifitas berjalan banyak dilakukan di Sibeumunte (Joni) dan Logauna (Junaedi). Aktifitas sosial Joja banyak dilakukan di pohon Posa (Joni) dan Kalibangbak (Junaedi).

Joja is one of four endangered primates in Siberut Island. Hunting and habitat loss are two things which the most threatening of Joja’s sustainability. Habitat loss affect to home range’s Joja, so that sometime Joja can found in agricultural field. This condition caused Joja more easily to hunt and used for consumption by people. The aim of research are to find out the home range of Joja and knowing the tree species which most frequently used in that home range. This is as one of the types of conservation efforts to Joja. The method of research were by following the movement from morning till evening, at 06.00 until 18.00. GPS used to collected the home range data. Tree species data taken simultaneously while collecting home range’s data. Then, home range’s data analyzed with Minimum Convex Polygon by used Home Range Tools in ArcGIS 9.3.Tree species data processed with Microsoft office Excel 2010 software. Data were displayed in a table and pie chart, and the analyzed descriptive. The result of this research showed the home range of two group Joja researched is about 14,428 to 22,754 ha. The utilization of tree species based activity categories. The result was Sibuluk tolobo (Joni) and Langgurek (Junaedi) are the most dominant tree species for feeding activity. Sibeumunte (Joni) and Gutgut (Junaedi) become the most dominant for in active. Travelling activity most commonly used in Sibeumunte (Joni) and Logauna (Junaedi). Social activity of Joja done in Posa (Joni) and Kalibangbak (Junaedi).

Kata Kunci : luas wilayah jelajah, pohon, Presbytis potenziani, Siberut.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.