Laporkan Masalah

ANALISIS PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM REHABILITASI MANGROVE DI DESA MOJO KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG

DEDDY SETIYO NUGROHO, Ir. Hery Saksono, M.A.

2014 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Penelitian ini dilakukan di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang dengan tujuan untuk mengidentifikasi pemangku kepentingan, mengetahui kepentingan dan hubungan antar pemangku kepentingan dalam rehabilitasi mangrove. Responden terdiri dari 35 petambak, 3 orang dari instansi pemerintah daerah, dan 1 orang dari OISCA (LSM internasional). yang ditentukan melalui metode purposive sampling diwawancarai dengan kuesioner semi terbuka. Disamping itu, juga dilakukan wawancara mendalam dengan memilih informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku kepentingan yang terlibat dalam rehabilitasi mangrove di Desa Mojo yaitu instansi pemerintah daerah, kelompok petambak, dan OISCA. Instansi pemerintah daerah terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Kehutanan, serta Kantor Lingkungan Hidup, sedangkan kelompok petambak terdiri dari pemilik dan penyewa tambak. Pemangku kepentingan memiliki kekuasaan dan kepentingan yang berbeda. Dari instansi pemerintah daerah, Dinas Pertanian dan Kehutanan memiliki kewenangan terbesar dalam rehabilitasi ekosistem mangrove. Instansi pemerintah daerah dan LSM berkomitmen melaksanakan rehabilitasi mangrove karena mempunyai fungsi sosial dan pendidikan, sedangkan petambak melakukan rehabilitasi mangrove karena mempunyai fungsi ekologi dan ekonomi.

This research was conducted in Mojo Village, Sub-district of Ulujami, Pemalang Regency and aims to identify stakeholders, their interest and interaction among stakeholders in mangrove rehabilitation. Respondents consisted of 35 brackishwater pond farmers, three officials of local government institution and one person from OISCA (international NGO) were determined by purposive sampling method and interviewed using semi-open questionnaire. Besides that, also conducted in-depth interviews with selected key informant. Result of the research indicated that stakeholders involved in mangrove rehabilitation in Mojo Village were local government institution, farmer group, and OISCA. Local government institutions consisted of Office of Maritime and Fishery, Office of Agricultural and Forestry and Office of Environment, while farmer group consisted of owner and tenant of brackish water pond. Stakeholders have different power and interest. From local government institution, Office of Agricultural and Forestry has the highest power and interest in the rehabilitation of mangrove ecosystem. Local government and NGO concerned to rehabilitate mangrove regarded as having social and educational functions. Whereas farmers rehabilitated mangrove because it have ecological and economic functions.

Kata Kunci : analisis pemangku kepentingan, rehabilitasi mangrove, Kabupaten Pemalang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.