Laporkan Masalah

KEHIDUPAN LESBIAN DALAM KUMPULAN CERPEN UN SOIR DU PARIS: ANALISIS FEMINISME LESBIAN

ARDISTA KHAIRINA, Dra. Sugihastuti, M.S.

2014 | Skripsi | SASTRA INDONESIA

Dewasa ini, kaum lesbian mulai berani tampil di hadapan publik. Kemunculan kaum lesbian juga memengaruhi sastra Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan berbagai karya sastra dengan tema lesbian yang diterbitkan. Tidak terbatas pada media cetak saja, kaum lesbian mulai membuat sebuah wadah yang dapat mempersatukan sesama lesbian. Media tersebut berupa media online www.sepocikopi.com. Cerpen-cerpen yang dimuat dalam situs tersebut kemudian diterbitkan dalam sebuah kumpulan cerpen berjudul Un Soir du Paris. Kumpulan cerpen tersebut sarat akan tema dan ide mengenai kehidupan lesbian dan hubungannya dengan realitas yang ada pada masyarakat. Penelitian mengenai kehidupan lesbian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyajikan data. Data yang digunakan sebagai objek adalah sepuluh cerpen yang termuat dalam kumpulan cerpen Un Soir du Paris yang dianggap paling representastif dalam merepresentasikan kehidupan lesbian di Indonesia dan feminisme lesbian sebagai metode analisisnya. Dalam kumpulan cerpen tersebut, lesbianisme terbagi menjadi dua kategori, yaitu lesbian natural dan politis. Kemunculan karakteristik lesbian natural terjadi karena faktor genetik dan traumatik sedangkan lesbian politis merupakan kaum lesbian yang menjadikan lesbianisme sebagai gaya hidup dan jati diri mereka. Lesbianisme selanjutnya dibahas dalam konteks pernikahan. Pernikahan merupakan ikatan yang membelenggu kebebasan seksual kaum lesbian. Pernikahan secara tidak langsung memenjarakan kaum lesbian dan mencabut hak-hak mereka sebagai perempuan. Pernikahan juga membawa kaum lesbian dalam jurang patriarki. Pandangan pengarang dalam kumpulan cerpen Un Soir du Paris juga memperlihatkan fenomena feminisme lesbian dalam cerpen-cerpen mereka. Pengarang dapat menjadi profeminis lesbian atau kontrafeminis lesbian. Pengarang dapat memihak patriarki atau turut membela hak-hak kaum lesbian.

Nowadays, lesbians begin to make a more public appearance; their emergence therefore also starts to affect Indonesian literature. The latter can be witnessed in the larger variety of lesbian themed literary works that have recently been published. Their presence, however, does not stick with the printing media alone, as lesbians have begun to unite within an online association called www.sepocikopi.com. The stories that are found on the website were later published in a bundle of short stories called: Un Soir du Paris. This particular anthology is full of themes and ideas about the life of lesbian women and their relationship with the reality that exist in current day society. The following research upon the life of lesbian women is done in the following three stages; first of all the collecting of the data, second of all the analyses of the collected data and third of all the presentation of the outcome of the data analysis. The data used within this paper consists of ten short stories originating from Un Soir du Paris, which is considered to be the most present existing data to give a fair representation of lesbian life and feminism lesbian is used as the analysis method. The Anthology distinguishes upon lesbianism in the following two separate categories: Political and Natural Lesbianism. The occurrence of natural Lesbianism results of genetic or trauma related factors, whereas political lesbianism tends to be characterized by a choice of lifestyle and Identity. This paper furthermore discusses lesbianism in the context of marriage. Traditionally marriage handcuffs the sexual freedom of lesbian women, revoking their rights as women and returning them to the patriarchal abyss. The perspective of the writers in the anthology of Un Soir du Paris demonstrates the varied impact of lesbian feminism in their stories. The writers represent both profeminist and antifeminist varieties of lesbianism. Writers included in the anthology both sided with patriarchy and defended the right of lesbians.

Kata Kunci : feminisme, lesbian, perempuan, patriarki, seksual, pernikahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.