Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH MULTITEMPORAL UNTUK MONITORING KEJADIAN UPWELLING DI PERAIRAN BAGIAN SELATAN PULAU JAWA - LAUT TIMOR

ISMAIL PRATAMA, Dr. Nurul Khakim, M.Si

2014 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a, memetakan kejadian upwelling selama periode tahun 2004 hingga 2013 dan juga menentukan durasi kejadian upwelling pada zona WPP RI 573. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah metode klasifikasi intensitas upwelling dimana kejadian tersebut terjadi pada suhu sekitar 25-28 0C dengan konsentrasi klorofil-a sebesar 0,7-10 mg/m3. Selain itu juga digunakan garis transek untuk menentukan variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a saat kejadian upwelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian upwelling di zona WPP RI 573 umumnya terbentuk di sepanjang pantai di selatan Jawa Timur dan Bali yang ditandai dengan rendahnya nilai SPL dan tingginya konsentrasi klorofil a di sekitar perairan tersebut. Perluasan zona upwelling dipengaruhi oleh angin yang bertiup di permukaan, semakin cepat angin yang bertiup mengakibatkan menguatnya transport Ekman. Pergerakan upwelling yang terpantau pada zona WPP RI 573 bergerak dari arah timur ke barat dimana dipengaruhi oleh arus permukaan pada kejadian tersebut. Pada saat terjadi El nino sedang dan IOD positif, SPL pada perairan tersebut menjadi lebih rendah dibandingkan tahun normal sehingga mengakibatkan intensitas dan luasan upwelling semakin meningkat dengan durasi upwelling selama 5 bulan yaitu dari bulan Juni hingga Oktober. Berbeda pada saat terjadi La nina kuat dan IOD positif, SPL lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun normal sehingga mengakibatkan intensitas dan luasan upwelling menurun dengan durasi upwelling selama 4 bulan yaitu dari bulan Juli hingga Oktober.

The purpose of this research are to determine sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a concentration variability, mapped the upwelling events during 2004 to 2013 and also determine upwelling duration of the WPP RI 573. Classification method is used to mapped upwelling area when SST around 25-28 0C and chlorophyll-a around 0,7-10 mg/m3. It also used transect line to determine SST and chlorophyll-a variability. The result showed that generally upwelling events at WPP RI 573 start from coastal region at south of East Java and Bali. Upwelling zone expansion affected by surface wind, the faster the wind blows resulted in the rise of Ekman transport. Upwelling movement at WPP RI 573 affected by ocean surfce current . While El nino and IOD +, SST is colder than normal years so it caused intensity and area of upwelling become rised with duration during Juni to Oktober. Whereas La nina and IOD +, SST is hotter than normal years so it caused intensity and area of upwelling become descend with duration during July to Oktober

Kata Kunci : Upwelling, Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a, WPP RI 573


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.