Evaluasi purna huni unit gawat darurat RSUD Curup Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu :: Studi kasus
KAUTSAR, Abraham Reza, dr. Hendro Wartatmo, SpB
2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatMenghadapi era globalisasi pengelola rumah sakit pemerintah harus mempunyai paradigma baru. Perubahan paradigma pengelola rumah sakit sebagai lembaga sosial yang tidak efisien dan sangat mengandalkan subsidi pemerintah sebagai pembiayaan, berubah menjadi lembaga publik yang mandiri, efisien dan memiliki sistem pengelolaan yang mengandalkan pendapatan dari pelayanan Mien yang membutuhkan. Unit Gawat Darurat merupakan unit strategis dalam rumah sakit. Keberadaanya sebagai pintu gerbang sangat besar peranannya dalam pembentukan kinerja rumah sakit. Penampilan fisik dan fasilitas unit gawat darurat sudah haw mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini mengetahui sejauh mana tingkat kesesuaian pengguna terhadap performansi fisik UGD dan untuk mengetahui kekurangan dan potensi performansi fisik UGD. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan rancangan penelitian diskriptif. Evaluasi Purna Huni (EPH) lpakai untuk menilai tingkat keberhasilan suatu bangunan setelah dipakai beberapa saat. Penelitian ini dikerjakan dalam tingkat diagnostik selama satu setengah bulan. Subyek penelitian 5 dokter umum yang bekerja di RSUD Curup dan pernah jaga di UGD, 15 paramedis yang bertugas di UGD dan 30 pasied keluarga pasien yang datang ke UGD serta bangunan fisik UGD dengan jalan pengukuran kebisingan, pencahayaan, suhu dan pengamatan langsung. Penelitan ini memperkuat penelitian sebelumnya bahwa desain yang berhubungan kebutuhan pelanggan yaitu social contact, physical cornfort, symbolic meunrng dun wcry-finding. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan bila dibandingkan dengan stmdar Departemen Kesehatan RI dan menurut persepsi beberapa pengguna baik pengguna internal yaitu dokter dan paramedis maupun pengguna eksternal yaitu pasienl keluarga pasien
The manager of government hospital should have a new paradigm to face globalization era. The paradigm of a government hospital as an ineffective social institution and depends much on government subsidy must be changed into an independent public institution, efficient and a good system of management. This new paradigm relies on the income fiom the client services that need it. Emergency Unit is a strategic unit in a hospital. Its existence as the first gate of a hospital plays an important role to the development of the all hospital’s performance. The physical appearance and facilities of emergency unit should have more attention. The aims of this research are to find out how far is the conformity level of the user to the physical appearance of emergency unit, to find out the weaknesses and potency of the physical appearance of emergency unit. This research is called as a case study by using descriptive design. Post Occupancy Evaluation (POE) is used to evaluate the success level of buildmg after using for certain time. This research is done by diagnostic level. And it takes one month and a half. The subject of this research are 5 general practitioners who has stayed at emergency unit at Curup hospital, 15 nurses or medical officials of emergency unit, 30 medical patients or patients’ family who came to emergency unit and also the building itself with its measurement of noise, illumination, temperature, and direct observation. This research also supports the research before that design relates to customers needs that is social contact, physical comfort, symbolic meaning and way finding. The conclusions of ths research shows that there are still many weaknesses if it is comprised to its standardization from Health Department of Tndonesia and according to users’ perception, both internal users-doctors and medical officials or nurses - or external user, medical patients and patients family.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,UGD,Evaluasi Purna Huni, physical performance, user perceptions, and standard