PERTIMBANGAN SISWI SMAN 1 TANGERANG DALAM PENGGUNAAN PRODUK KOSMESETIKAL BERDASARKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR
DINDA KUSUMA HARDINI, Anna Wahyuni Widayanti, MPH., Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIFungsi kosmesetikal yang tidak hanya untuk memperbaiki dan mengobati masalah kulit dan rambut, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan fungsional wanita ini telah meluas ke arah kebutuhan sosial dan psikologis. Alasan ini membuat penggunaan kosmesetikal menjadi semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor pertimbangan dalam penggunaan kosmesetikal pada remaja berdasarkan Theory of Planned Behavior serta mengetahui ada tidaknya perbedaan pertimbangan penggunaan produk kosmesetikal berdasarkan kelas angkatan. Penelitian dilakukan pada siswi SMAN 1 Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Sampel sebanyak 104 responden diambil dengan metode purposive sampling. Kekuatan faktor pertimbangan penggunaan kosmesetikal dilihat dari besarnya mean score tiap variabel dalam Theory of Planned Behavior. Perbedaan pertimbangan ketiga angkatan dalam menggunakan kosmesetikal diukur dengan membandingkan nilai signifikansi melalui uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Attitude Toward Behavior (ATB), Subjective Norm (SN), dan Perceived Behavioral Control (PBC) bersama-sama menjadi faktor pertimbangan penggunaan kosmesetikal oleh responden dengan kekuatan yang berbeda menurut mean score. Variabel PBC merupakan pertimbangan yang paling kuat dengan nilai mean score sebesar 3,35, diikuti variabel ATB dan SN dengan nilai mean score masing-masing yaitu 3,18 dan 2,32. Hal ini menunjukan bahwa kontrol keperilakuan yang dirasakan responden secara umum menjadi faktor yang paling penting dalam pertimbangan penggunaan kosmesetikal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pertimbangan pada setiap angkatan dalam menggunakan produk kosmesetikal (nilai signifikansi >0,05) dengan nilai signifikansi yaitu 0,988 untuk ATB, 0,937 untuk SN, dan 0,825 untuk PBC.
Cosmeceuticals function which is not only to repair and treat skin and hair problems, but also to fulfill the functional needs of women had expanded towards the social and psychological needs. This reason causes the use cosmeceuticals become higher. The aim of this study was to discover factors that influence the consideration of cosmeceuticals use in teenagers based on Theory of Planned Behavior and to understand whether there are consideration differences between grades in the using of cosmeceuticals products. This study was conducted at SMAN 1 Tangerang. This study was a descriptive exploratory study. Sample of 104 respondents was chosen by purposive sampling method. The strength of cosmeceuticals use consideration factors was measured from the mean score for each variable in the Theory of Planned Behavior. The consideration differences between grades in cosmeceuticals use was measured by comparing significance level through Anova test. The result showed Attitude Toward Behavior (ATB), Subjective Norm (SN), and Perceived Behavioral Control (PBC) were together affecting respondents’ consideration factors in cosmeceuticals use with different strength according to the mean score. PBC variable was the strongest consideration with the mean score of 3,35 followed by ATB and SN variable with the mean score respectively 3,18 and 2,32. It showed that respondents’ perceived behavioral control generally became the most important consideration factors in cosmeceuticals use. The result of this study also showed that there was no consideration differences of using cosmeceuticals products in any grades (significance level >0,05) with the significance level are 0,988 for ATB, 0,937 for SN, as well as 0,825 for PBC.
Kata Kunci : Theory of Planned Behavior, penggunaan kosmesetikal, perilaku konsumen