Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN PEMASARAN BELUT GORENG DENGAN ANALISIS SWOT di Industri Belut Goreng Paguyuban Harapan Mulia Godean, Sleman, D.I.Y

DWI CAHYO RAKHMAWAN, Ir. Suharno, M.Eng. M.Eng,Sc.

2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Paguyuban Harapan Mulia merupakan wadah bagi industri belut goreng yang memasarkan produk belut goreng di Pusat Kuliner Belut Godean. Perumusan masalah yang terjadi yaitu ketiadaan perencanaan strategi pemasaran belut goreng. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang dihadapi industri belut goreng serta merumuskan alternatif strategi pemasaran bagi industri belut goreng dengan analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasikan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Kemudian dilakukan penilaian bobot dan rating pada masing-masing variabel faktor internal dan faktor eksternal. Penilaian ini didapatkan dari penyebaran kuisioner kepada para produsen belut goreng Paguyuban Harapan Mulia. Hasil penilaian ini selanjutnya dilakukan analisis SWOT sebagai dasar merancang strategi pemasaran produk belut goreng dan metode QSPM untuk memprioritaskan alternatif strategi pemasaran yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas strategi pemasaran yang dihasilkan yaitu mengkaji ulang mengenai kesesuaian harga dan kualitas produk, meningkatkan citra baik dan fungsi produk sebagai oleh-oleh khas Godean, mengembangkan budidaya lokal belut mentah, memanfaatkan lokasi outlet yang strategis untuk menarik pelanggan potensial, meningkatkan keunggulan produk, memperbaiki sistem manajemen dan keuangan, memperbaiki kualitas dan kemasan produk, meningkatkan promosi secara global melalui media internet, meningkatkan kemampuan dan kualitas Sumber Daya Manusia.

Paguyuban Harapan Mulia was a forum for fried eel industry which market fried eel at Godean Eels Culinary Center. Formulation of the problem encountered was the lack of planning marketing strategies fried eel. Therefore, this study aimed to identify the internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) facing fried eel industry and formulate alternative marketing strategies for industrial of fried eel with SWOT analysis. The research method used a SWOT analysis (Strengths Weaknesses Opportunities Threats) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). This study begins by identifying internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). Then conducting the assessment and rating on the weight of each variable internal factors and external factors. This assessment was obtained from questionnaires to fried eel producers in Paguyuban Harapan Mulia. The results of this assessment was then performed a SWOT analysis as a basis for designing a product marketing strategy of fried eel product. QSPM method for prioritizing alternative marketing strategies generated. The results showed that the resulting marketing strategy priority was to review the appropriateness of the price and quality of products, improving both the image and function of the products as typical souvenirs from Godean, developing local cultivation of raw eel, utilizing outlets strategic location to attract potential customers, promoting excellence products, improving management system and financial, improving quality and packaging of products, increasing promotion globally through the internet, and improving the quality of human resources.

Kata Kunci : Belut Goreng, Pemasaran, SWOT, QSPM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.