Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL MELALUI PROGRAM RESPEK DI KAMPUNG WAHNO, DISTRIK JAYAPURA SELATAN, KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA

Marten Ick, Dr. Nunuk Dwi Retnandari

2014 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Masyarakat kampung Wahno adalah salah satu kampung yang menerima program Respek di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Masyarakat kampung ini aktif dalam kegiatan Respek. Masyarakat Wahno berpartisipasi dengan cara mengembangkan kegiatan ekonomi seperti bertani, berternak dan berdagang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) upaya pengembangan usaha ekonomi lokal melalui program RESPEK di Kampung Wahno Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura Provinsi Papua; 2) faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha ekonomi lokal melalui program RESPEK di Kampung Wahno tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian yaitu pelaksanaan program RESPEK dan dampaknya di kampung Wahno di distrik Jayapura Selatan. Subjek penelitian adalah warga kampung asli Papua, kepala kampung, kepala Desa dan pejabat terkait yaitu dari pemerintah dan BRI. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan: Pertama, pelaksanaan program Respek dilakukan melalui tahapan sosialisasi yang panjang mulai dari sosialisasi di tingkat provinsi, kabupaten/kota, distrik dan sosialisasi di tingkat kampung. Pelaksanaan program hingga di tingkat kampung terus dikawal oleh pemerintahan di tingkat distrik. Hal ini menunjukkan implementasi Respek masih bersifat top down. Pengambilan keputusan kegiatan oleh kampung dan pemilihan pendamping menunjukkan adanya model buttom up, tetapi model ini tetap diawali dari atas (top down). Respek menghadapi masalah klasik yaitu keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas, manajemen yang lemah, dan lemahnya pengawasan. Kedua, dampak program Respek bagi Kampung Wahno cukup positif, yaitu: 1) aliran uang ke kampung Wahno semakin besar; 2) masyarakat menyadari potensinya; 3) adanya pembangunan sarana fisik oleh warga; 4) membiasakan pemerintahan kampung Wahno menerapkan manajemen yang baik. Penelitian ini menyimpulkan: pelaksanaan program Respek dalam rangka memberdayakan ekonomi lokal di kampung Wahno dimulai dari atas di tingkat provinsi hingga di tingkat kampung. Pelaksanaan bersifat top down, tetapi juga ada dukungan dari bawah (buttom up) dalam pelaksanaan kegiatan. Dampak program bagi masyarakat Wahno adalah positif. Disarankan perlu adanya pelatihan pengelolaan program. Masyarakat kampung Wahno sebaiknya membuat prioritas program yang berkelanjutan.

The current study aimed to determine: 1) business development efforts of the local economy through the RESPEK program in Wahno village, Southern Jayapura District, Jayapura City of Papua Province; 2) internal and external factors that influence the business development of local economy through the RESPEK program in Wahno village, Southern Jayapura District, Jayapura City of Papua Province. The study employed a descriptive qualitative method. The object studied is the implementation of RESPEK program and its impact on Wahno village in South Jayapura district. The subjects are indigenous Papuan villagers, headmen, village heads and officials of the government and of BRI. Data were collected through observations, interviews, and documents. Data were analyzed using descriptive qualitative technique. The results of this study are as follows: First, the RESPEK program was implemented through lengthy stages of socialization at the provincial, regencial/municipal, district and village levels. Implementation of the program at the village level was still being guarded by the government officials at the district level. This indicated that RESPEK remained to be implemented on a top-down basis. The decision making on the RESPEK program activities by villagers and the assignment of companion showed a bottom-up model, but it remained to be initiated from the top (top-down). Classical problems such as limited qualified human resources, lack of managerial skills, and lack of control remain unresolved. Second, the impact of RESPEK program for Wahno village was quite positive, which includes: 1) increased flow of remittances to Wahno village, 2) peoples’ acknowledgment of its potentials, 3) the development of the infrastructure by the villagers; and 4) village administration has become accustomed to better managerial skills application. The study concluded that the implementation of the RESPEK program in the empowerment of local economies in Wahno village had been started from the top, that is, from the provincial to the village level. It was a top-down Implementation, but there were also support from the bottom (bottom-up) in the implementation of the activities. The impact of the program for the Wahno villagers is positive.

Kata Kunci : Implementasi, Respek, Ekonomi Lokal, Kampung


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.