Laporkan Masalah

MARRIAGE IN AGNES GREY BY ANNE BRÖNTE

LETIZIA AZARINE, Dr. Juliasih S.U.

2014 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Pertunangan pada era Victoria dianggap sebagai sebuah cara untuk meningkatkan status sosial, bukan perkenalan bersifat romantis oleh pria muda untuk mendekati wanita dan menikahinya. Pria dan wanita berkenalan untuk mengadakan pernikahan yang bersifat menguntungkan kedua belah pihak. Skripsi ini menganalisis pernikahan pada zaman Victoria yang ada dalam novel Agnes Grey. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah cerita dan kutipan dalam novel yang berhubungan dengan tema yang digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa pernikahan terjadi karena dua hal: (1) pernikahan untuk meningkatkan status sosial, (2) pernikahan sebagai perayaan cinta. Pernikahan yang bernilai untuk meningkatkan status sosial adalah wanita menikahi pria yang berstatus sosial tinggi untuk memperoleh ketenaran dan reputasi dalam masyarakat. Pernikahan yang didasari oleh cinta adalah hubungan yang murni kasih sayang dan kekaguman, seperti tokoh utama dalam cerita yang tidak mementingkan status sosial.

Engagement in Victorian era was considered as a way to gain social status than romantic interlude for young men to persuade women in marrying them. Men and women took the engagement seriously as it might lead to beneficial marriage for both parties. This graduating paper analyzes marriage in Victorian era specifically in the novel Agnes Grey by Anne Bronte. The data used for this paper was the story of the novel and quotations related analysis that found. The result shows that marriage in the novel was based on two things: (1) marriage as the beneficial to gain social status, and (2) marriage as the celebration of love. The marriage as the value to gain social status means a woman marries a man from higher status to gain fame and reputation in society. This leads the woman to live in upper class society and increases wealth. The marriage as the celebration of love means the relationship was based on pure love and admiration, which happens to the main protagonist, who disagree with social status view.

Kata Kunci : pernikahan, zaman Victoria, Agnes Grey, Anne Brönte


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.