Religion and Religiosity seen in Hawthorne’s The Scarlet Letter
DEA MAHARANI SADEWI, Dr. Juliasih, S.U.
2014 | Skripsi | SASTRA INGGRISSkripsi ini mempelajari novel karya Nathaniel Hawthorne yang berjudul The Scarlet Letter. Penelitian ini menguak pendapat Hawthorne terhadap masyarakat Puritan yang munafik. Karena mereka adalah orang yang beragama namun sifat dan tingkah laku mereka jauh dari kata agama. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat perbedaan antara orang yang beragama dengan orang yang mempunyai sifat religious dan mencari pelencengan agama yang dilakukan oleh kaum Puritan. Analisis meliputi kemunafikan masyarakat Puritan, pendapat Hawthorne terhadap masyarakat Puritan, pencerahan yang dialami oleh Hester. Hester adalah karakter yang melakukan dosa, namun dia memiliki religiositas yang tinggi. Melalui Hester, Hawthorne ingin menyindir masyarakat Puritan sebagai kaum yang memiliki agama, karena perbuatan mereka jauh dari kata agama itu sendiri. Penelitian menggunakan pendekatan expressive dari Abrams. Pendekatan tersebut berkaitan dengan penulis dan karyanya. Data dikumpulkan dengan studi pustaka dan dianalisis dengan metode deskriptif. Hasilnya adalah bahwa seseorang yang mempunyai agama tidak akan ada artinya jika tidak memliki religiositas di dalam dirinya. Religiositas penting dimiliki setiap umat manusia, agar mereka memiliki keseimbangan antara hubungan antar manusia dan ketuhanan. Dengan demikian, mereka tidak terjebak dalam kemunafikan.
This graduating paper investigates Nathaniel Hawthorne’s The Scarlet Letter. The research attempts to discover Hawthorne’s perception toward Puritans in which they are hypocrites. They are people who have religion but their attitude and behavior are far from religiosity. The objectives of this paper are to see the differences between religion and religiosity and to find out the deviation of the Puritans as religious people. The analysis covers the hypocrite of Puritan, Hawthorne’s perception toward Puritans, self-contemplation that experienced by Hester. Hester is a character which commits sin, but she has high religiosity. Through Hester, Hawthorne wants to criticize Puritans society, because their attitude does not reflect as people with religion. This research uses the expressive approach by Abrams. The theory is related to the work and author. The data of this research is collected by library research analyzed by descriptive method. The result tells that a person who has religion will be meaningless if there is no religiosity in it. Religiosity is important for every person, in order to create balance between relationship to God and humanity. That is why, they do not become hypocrites.
Kata Kunci : religiositas, agama, pendekatan exspressive, Hawthorne, Puritan, kemunafikan, pencerahan,