MAKNA PUISI “RISA LATU JUNDIYYIN FI JABHATI AS-SUWAIS†DALAM ANTOLOGI AL-A‘MAL AL-KAMILAH KARYA NIZĀR QABBĀNI : ANALISIS SEMIOTIK
RANI GUSTIANA, Dra. Uswatun Hasanah, M.A.
2014 | Skripsi | SASTRA ARABNiza>r Qabba>ni> adalah seorang penyair puisi Arab modern yang terkenal dengan sebutan ‘Raja Penyair Arab’. Penelitian ini membahas salah satu puisinya yang berjudul “Risa>latu Jundiyyin fi> Jabhati as-Suwais†dalam antologi al-A‘ma>l al-Ka>milah. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna yang terkandung dalam puisi tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian puisi ini adalah teori semiotik. Puisi “Risa>latu Jundiyyin fi> Jabhati as-Suwais†diteliti dengan memanfaatkan dua dari empat metode semiotik yang dikemukakan oleh Riffaterre. Dua metode tersebut adalah pemaknaan melalui ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik. Dari hasil analisis, dapat diketahui puisi “Risa>latu Jundiyyin fi> Jabhati as-Suwais†mengungkapkan bahwa Krisis Suez yang terjadi pada tanggal 29 Oktober 1956 melibatkan empat negara, yaitu Inggris, Perancis, Israel, dan berhasil dimenangkan oleh Mesir karena dipakainya semua sumber daya dan sumber kekuatan yang ada.
Niza>r Qabba>ni> is a modern Arabian poet known as ‘The King of Arabian Poet’. This research discusses one of his poems entitled “Risa>latu Jundiyyin fi> Jabhati as-Suwais†in antology al-A‘ma>l al-Ka>milah. The purpose is to understand the meaning of the poem. The theory used in this research is semiotic theory. Poem “Risa>latu Jundiyyin fi> Jabhati as-Suwais†was analyzed using two out of four semiotic methods proposed by Riffaterre. Those two theories are perceiving meaning from indirect expression and semiotic reading. The result shows that poem “Risa>latu Jundiyyin fi> Jabhati as-Suwais†contains a portrayal of Suez Crisis on 29 October 1956 which involved four contries, namely England, French, Israel, and was won by Egypt as all the resources and source of power were used.
Kata Kunci : puisi, Nizar Qabbani, semiotik, Suez