Laporkan Masalah

PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA SEMARANG DALAM PERSPEKTIF ETIKA LINGKUNGAN JOHAN GALTUNG

YUDHA SAKTI PERMANA, Dr. H. Sri Soeprapto, M.S.

2014 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Kota Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki mobilitas yang tinggi dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini ditandai dengan banyaknya pembangunan-pembanguan di berbagai bidang. Proses pembangunan ini berdampak pada peningkatan aspek kehidupan, namun juga diikuti masalah lingkungan. Upaya pembangunan lingkungan hidup dalam upaya pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan diharapkan mampu untuk mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tetap memperhatikan lingkungan hidup. Pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan merupakan upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup dan keselarasan terhadap lingkungan hidup, aspek sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Pemerintah kota selayaknya mulai menuju pada prinsip ekosentrisme, dimana etika ini sangat memperhatikan keseimbangan alam, kelestarian dan kelangsungan alam. Pembangunan yang semestinya adalah pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat namun senatiasa berkelanjutan menjaga dan melestarikan alam sehingga tidak menimbulkan masalah-masalah lingkungan. Galtung menjelaskan terkait ekosentrisme, bahwa segala tindakan dan pola hidup manusia harus selalu selaras dan harmonis dengan alam, yang mana merupakan ruang hidup manusia itu sendiri. Alam akan memberikan manfaat ketika manusia dapat mengolah dan melestarikan alam dengan baik, sehingga didapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan mewakili eksistensi daripada etika lingkungan khususnya etika ekosentrime yang ditunjukkan dengan keseimbangan antara hakikat pembangunan yang harus tetap berjalan dan kelestarian alam yang harus selalu dijaga. Hal ini sekaligus menjadi langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di kota Semarang secara bertahap dan berkesinambungan, mengelola dan memulihkan serta merupakan langkah preventif di masa yang akan datang.

Semarang is a city in Indonesia which has high mobility in the process of fulfilling the needs of the living. It is characterized by a large number of construction construction in various fields. This development process have an impact on improving aspects of life, but also followed environmental problems. Environmental development efforts in the management of sustainable development efforts and insightful environment is expected to be able to support the community in meeting the needs of his life with permanent attention to the environment. Sustainable development and environmentally conscious efforts are planned and that blends aspects of the environment and the alignment of the environmental, social, and economic aspects into the development strategy to ensure the integrity of the environment as well as the safety, capacity, quality of life and well-being, generation of present and future generations. The City Government should start heading on the principle of ekosentrisme, where ethics is so pay attention to the balance of nature, sustainability and the continuity of nature. Proper development is development that is aimed at improving the welfare of society but keeping and preserving sustainable borne nature so as not to cause environmental problems. Galtung explained related ekosentrisme, that all actions and patterns of human life should always be aligned and in harmony with nature, which is the space of human life itself. Nature will provide benefits when humans are able to cultivate and preserve nature with good, so come by the reciprocal relationship of mutual benefit. Sustainable development and environmentally sound represent existence than ethics environment especially ethical ekosentrime demonstrated by the balance between the nature development should run and preserve nature which must always guarded carefully.This has become the first step in solving problem of environment in the city of semarang gradually future, managing and recover as well as the preventive measures in the future.

Kata Kunci : Semarang, etika lingkungan, ekosentrisme, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.