Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PERBEDAAN SUHU DENGAN LUAS AREA PENETRASI LARUTAN IRIGASI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) KE DALAM DENTIN SALURAN AKAR GIGI

ADETYA GHASSANI NURMAARIF, drg. H. Dedy Kusuma Yulianto., M.Biotech.; drg. Anne Handrini Dewi, M.Kes

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Gigi nekrosis memerlukan perawatan saluran akar (PSA). Pembersihan pada PSA tidak cukup hanya dengan metode mekanis tapi juga memerlukan metode biokhemis menggunakan larutan irigasi. Kompleksitas anatomi gigi membutuhkan larutan irigasi dengan daya penetrasi yang baik agar mampu membersihkan hingga ke area yang sulit dijangkau instrumen. Buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) memiliki kemampuan antibakteri serta mengandung zat aktif yang dapat menurunkan tegangan permukaan larutan irigasi. Peningkatan suhu berpengaruh terhadap kemampuan penetrasi larutan irigasi ke dalam dentin saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perbedaan suhu dengan luas area penetrasi larutan irigasi ekstrak buah mahkota dewa ke dalam dentin saluran akar gigi. Penelitian menggunakan sembilan sampel gigiyang dipotong bagian korona dan sepertiga apikalnya. Sampel dibagi atas 3 kelompok perlakuan, yakni kelompok suhu 25oC, 37oC, dan 40oC. Sampel diuji dengan melihat luas area penetrasi pada dinding dentin saluran akar setelah diirigasi dengan ekstrak buah mahkota dewa. Kemudian, sampel dipotong menjadi 5 segmen dengan ketebalan masing-masing 1 mm. Sampel difoto menggunakan kamera macrodigital kemudian pixel warna dipertegas menggunakan imaging software. Luas area penetrasi dihitung menggunakan Axiovision. Data dianalisis menggunakan Uji Korelasi dan Regresi. Nilai Korelasi Pearson (0.923) menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan arah yang positif antara suhu dengan luas penetrasi. Nilai R square dari uji regresi linier (0.853) menunjukkan suhu menyumbang 85.3% (0.853 x 100%) terhadap penetrasi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perbedaan suhu dengan luas area penetrasi larutan irigasi ekstrak buah mahkota dewa ke dalam dentin saluran akar gigi.

Necrotic teeth require root canal treatment (RCT). Cleaning the RCT is not enough using mechanical methods but also needs biochemical methods using an irrigant. The complexity of the anatomy of the teeth require an irrigant with good penetration ability that is able to clean up to a difficult area to reach by instrument. Phaleria (Phaleria macrocarpa) has antibacterial ability and contains active substances that is able to lower the surface tension of irrigant. Increasing temperature influences the penetration ability of irrigant into root canal dentin. This study aims to determine the relationship between temperature differences and an area of penetration of irrigant of Phaleria’s extract into root canal dentin. Research was done using 9 samples of teeth. Coronal and apical third of the samples were cut. Samples were divided into 3 treatment groups, depended on temperature applied of 25oC, 37oC, and 40oC. Samples were tested the penetration ability by observing at the area of penetration of the root canal dentin walls after irrigated with Phaleria. Then, each sample was cut into 5 segments with 1 mm thickness respectively. Samplewere photographed using macrodigital camera then pixel color was emphasized using imaging software. Area of penetration was calculated using Axiovision. Data were analyzed using Pearson Correlation and Regression test. Pearson correlation value (0.923) indicated a very strong relationship with a positive direction of relationship between the temperature and penetration area.R square value of Linier Regression test (0.853) indicated the temperature accounted for 85.3% (0.853 x 100%) of the penetration. In conclusion, there is a relationship between temperature differences and area of penetration of irrigating solution of Phaleria's extract (Phaleria macrocarpa) into root canal dentin.

Kata Kunci : larutan irigasi, buah mahkota dewa, luas penetrasi, dentin, suhu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.