Laporkan Masalah

Pemanfaatan informasi manajemen dalam proses penyusunan anggaran pendapatan RSUD Pekanbaru sebagai unit swadana daerah

DJAMAL, Djamaris, Dr.dr. H. Boy S. Sabarguna, MARS

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui :1) Sistem pengolahan informasi RSUD. 2) Proses penyusunan anggaran pendapatan RSUD. 3) Informasi yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan anggaran pendapatan RSUD. 4) Pengaruh pemanfaatan informasi terhadap anggaran pendapatan RSUD. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif eksploratif dengan unit analisis rumah sakit umum daerah (RSUD) Pekanbaru dan subyek penelitian semua pejabat yang terkait dalam proses penyusunan anggaran. Hasil penelitian menjelaskan baliwa : 1) Sistem pengolahan informasi yang dimiliki RSUD, dikelola secara manual dan keluaran sistem merupakan informasi pelayanan. 2) Penyusunan anggaran belum memanhtkan informasi aktivitas, belum berpedoman kepada program dan tidak melibatkan unit-unit pelayanan dalam proses penyusunamya. 3) Informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan anggaran pendapatan yakni informnasi aktivitas pelayanaan dan informasi akuntansi manajemen pertanggungjawaban. 4) Masih rendahnya kemampuan pembiayaan RSUD, baik sebelum maupun sesudah swadana dan dengan memanfaatkan informasi, keinampuan pembiayaau meningkat mencapai 87 YO yang diikuti dengan menurunnya penggunaan biaya operasional dari 43,5 % menjadi 37 % denga tingkat operating ratio dari 209 % (2.09) turun mencapai 115 % ( 1.15 ). Kesimpulan dari had penelitian ini adalah sebagai berikut : RSUD Pekanbaru belum memihki sistem informasi yang dapat mentransformasikan data menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses penyusunan anggaran pendapatan. 2) Penyusunan anggaran belum menmti proses manajemen strategsk berdasarkan konsep manajemen kontemporer yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. 3) Belum ada ketersediaan informasi yang diperlukan dalam peyusunan anggaran pendapatan. 4) Pemanfaatan informasi berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan pembiayaan (dari 48,3 1 % ke 87%) dan peningkatan anaaran kesejahteraan (dari 23% ke 34,7%) yang diikuti pula dengan meningkatnya efisiensi penggunaan biaya operasional dengan menurunya kenaikan biaya (dari 433% ke 37%) atau dengan tingkat operating ratio (dari 209 % ke 115%). Saran-saran kepada pihak pengelola RSUD adalah sebagai berikut: 1) Dalam mengelola khsusnya dalam penyusunan anggaran diperlukan adanya dukungan sistem informasi yang dirancang secara menyeluruh dan terpadu baik secara manual maupun secara komputerisasi. 2) Diperlukan pembentukan komite anggaran yang tidak berfungsi sebagai penyusun anggaran. Sedangkan penyusunan anggaran hendaknya diserahkan dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masing-masing unit pelayanan. 3) Diperlukan adanya pendidikan dan latihan berkala untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman tentang pemanfaatan informasi dalam proses penggunaan anggaran kepada semua unsur terkait dalam pelaksanaan penyusunan anggaran. 4) Dipmlukan adanya upaya meningkatkan kemampuan pembiayaan melalui upaya meningkatkan efektivitas pembiyaan dan anggaran dapat difungsikan alat pengendalian dalam pelaksanaannya.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit, Anggaran Rumah Sakit, Informasi Manajemen, Sistem informasi, anggaran, kemampuan pembiayaan dan unit swadana.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.