TELAAH REKAM MEDIS TERTUTUP TERKAIT CONSENT BERDASARKAN STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT 2012 DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
ASRI ARUMDANI, Nuryati, S.Far., MPH
2014 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDISLatar Belakang: Kelengkapan pengisian consent sangat penting karena merupakan salah satu aspek yang dinilai dalam standar akreditasi KARS 2012 dan sebagai alat untuk memastikan kepatuhan rumah sakit menyediakan pencatatan balik ke belakang. Consent yang terisi lengkap mencerminkan bahwa hak pasien maupun keluarga sudah terpenuhi yang artinya mereka telah menerima informasi yang dibutuhkan atas tindakan kedokteran yang akan dilakukan. Berdasarkan studi awal yaitu hasil telaah medis tertutup terkait consent yang pernah dilakukan sebelumnya oleh RSUP Dr. Sardjito belum mencapai standar yang diharapkan karena rata-rata kelengkapannya adalah 65,80% sedangkan standar yang harus dicapai adalah 80%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan pengisian consent berdasarkan telaah rekam medis tertutup standar akreditasi rumah sakit 2012 serta mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisiannya dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi ketidaklengkapan pengisian consent tersebut. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang petugas assembling, 2 orang petugas TPP rawat inap, 2 orang perawat ruangan dan 2 orang dokter. Objek dalam penelitian ini adalah 100 berkas rekam medis pasien rawat inap. Pengambilan sampel objek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumentasi, wawancara dan observasi. Untuk validasi data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini dilakukan di ruang Instalasi Catatan Medis dan Instalasi Rawat Inap 1 di RSUP Dr. Sardjito. Hasil: Berdasarkan hasil telaah rekam medis tertutup terhadap 100 berkas rekam medis pasien rawat inap yang didalamnya terdapat formulir consent diperoleh hasil persentase kelengkapan pengisian consent untuk standar HPK 6.3 terkait persetujuan umum sebesar 80%, standar HPK 6.4 terkait persetujuan operasi dan tindakan invasif sebesar 92%, standar HPK 6.4 terkait persetujuan transfusi darah dan produk darah sebesar 89%, standar PAB 7.1 terkait risiko, keuntungan, komplikasi dan alternatif operasi sebesar 96%. Faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian adalah kesibukan individu yang mengisikan lembar tersebut dikarenakan banyaknya pekerjaan sehingga menyebabkan ketidaktelitian dan belum tersosialisasinya standard operating procedure (SOP) secara menyeluruh. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi ketidaklengkapan pengisian adalah dengan menjalin komunikasi dan juga sosialisasi.
Background: Completeness of the filling of consent is very important because it is one of the aspects that are assessed in standardized accreditation KARS 2012 and as a tool to ensure compliance the hospitals provide the recording back to back. A filled full consent reflects that the right of patient or family has been fulfilled which means they have received the information needed for an act of medicine to be done. Based on preliminary study that the review covered medical related consent ever done before by RSUP Dr. Sardjito has not reached the standard expected for the average completeness is 65.80% while the standard that must be achieved is 80%. Objective: This research aims to know the percentage of completeness consent filling based on closed medical record review hospital accreditation standards 2012 and knowing the factors that cause incomplete filling and the efforts made to overcome the incompleteness filling consent. Methods: This type of research is a descriptive study with qualitative approach and case study research design. Subjects in this study were 3 assembling officers, 2 officers inpatient admission, 2 nurses room and 2 doctors. Objects in this study were 100 files medical records of inpatient patients. Sampling object in this research using purposive sampling. For collecting data techniques using the technique of study documentation, interview and observation. For the validation of data using triangulation sources and triangulation techniques. This research was conducted in the Medical Notes Installation and Inpatient Instalation 1 in RSUP Dr. Sardjito. Results: Based on the closed medical record review of 100 files inpatient medical record there which form consent obtained the results percentage of completeness of the filling standard for consent HPK 6.3 standards related to general approval by 80%, HPK 6.4 standards related approvals and actions invasive surgery by 92% , HPK 6.4 standard blood transfusion-related approvals and blood products by 89%, PAB 7.1 standards associated risks, benefits, complications and alternative operations by 96%. Factors that cause incomplete filling is a flurry of people who filled out the sheet because the amount of jobs that lead to inaccuracy and have not been socialized standard operating procedure (SOP) as a whole. Efforts have been made to overcome the incompleteness of filling is to establish communication and socialization.
Kata Kunci : Telaah rekam medis tertutup, standar akreditasi rumah sakit 2012, consent, faktor penyebab, upaya