Laporkan Masalah

Hubungan Aktivitas Fisik dan Suku dengan Kejadian Diabetes Melitus pada Pegawai Universitas Gadjah Mada

CITRA NURUL UHTHI, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes

2014 | Tugas Akhir | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang : Epidemiologi diabetes melitus selama 20 tahun terakhir menunjukkan perkembangan. WHO memprediksi adanya peningkatan jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Melihat semakin meningkatnya prevalensi diabetes melitus, semakin diperlukan pula deteksi dini pada masyarakat dikarenakan pola hidup yang tidak sehat dan pola makan yang kurang baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan suku dengan kejadian diabetes melitus Metode : Desain penelitan ini bersifat observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional pada pegawai Universitas Gadjah Mada yang melakukan medical check up di GMC Health Center. Sampel penelitian sebanyak 129 orang. Variabel penelitian ini adalah aktivitas fisik, pola makan dan suku. Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Chi-Square dan uji Fisher’s Exact dan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan suku terhadap kejadian diabetes melitus serta tidak ada hubungan suku dengan asupan lemak, protein, dan serat serta tidak ada hubungan asupan energi, protein, karbohidrat dan serat terhadap kejadian diabetes melitus (p>0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara suku dengan asupan energi dan karbohidrat serta terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan kejadian diabetes melitus (p>0,05) Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan suku dengan kejadian diabetes melitus.

Background : There is a development in the epidemiology of diabetes mellitus for the latest 20 years. WHO predicted an increasing number of diabetes mellitus patients in Indonesia from 8,4 millions in the year of 2000 which becomes around 21,3 millions in the year of 2030. The growth of diabetes mellitus prevalence, makes early detection in society is needed because of the unhealthy lifestyle and poor diet practice. Purpose : This research aims to determine the relationship between physical activity and ethnic with diabetes mellitus case. Method : The research is observational with cross-sectional design. The sampel of this research is 129 staff of Universitas Gadjah Mada whom got medical check up in GMC Health Center. Research variable included physical activity, diet and ethnic. The hypotheses were tested by using statistical analysis of Chi-Square test, Fisher’s Exact test, and Kolmogorov-Smirnov test. Result : There is no significant relationship between physical activity and ethnic with diabetes mellitus case (p>0,05). There is no relationship between ethnic and intake of fat, protein, and fiber and also there is no significant relationship in the intake of energy, protein, carbohydrate and fiber with diabetes mellitus (p>0,05). There is significant relationship between ethnic and intake of energy and carbohydrate and also there is significant relationship in the intake of fat with diabetes mellitus case (p>0,05) Conclusion : There is no significant relationship between physical activity and ethnic with diabetes mellitus case.

Kata Kunci : Diabetes Melitus, Aktivitas Fisik, Pola Makan, Suku


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.