HUBUNGAN ANTARA WAKTU PAPARAN CHLORINE DIOXIDE GELDANZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERIPorphyromonas gingivalis PENYEBAB PENYAKIT PERIODONTAL
STELLA ADVENA ANINDITA, Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio (K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara waktu paparan Chlorine dioxide geldan zona hambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis penyebab penyakit periodontal. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan media MHA (Mueller Hinton Agar) yang dioleskan bakteri Porphyromonas gingivalis. Pada media dibuat 6 lubang sumuran berdiameter 6 mm, kemudian Chlorine dioxide gelditeteskan pada 4 lubang sumuran, Chlorhexidine digluconate 0.12%gel diteteskan pada 1 lubang sumuran, dan Aquades steril diteteskan pada 1 lubang sumuran masing-masing sebanyak 50 µl. Sediaan selanjutnya diinkubasi selama 48 jam dan diamati secara berkala pada jam ke 12, 18, 24 dan 48 pada suhu 37 o C. Hubungan antara waktu paparan Chlorine dioxide geldan zona hambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis dapat diketahui dengan cara mengukur diameter zona hambat yang terbentuk pada media MHA menggunakan jangka sorong dengan skala 0,02 mm. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis dengan uji korelasi Spearman diperoleh koefisian korelasi sebesar -0.856dengannilai p= 0,000 (p<0,01) menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah negatif, bahwa peningkatan waktu paparan diikuti dengan penurunan diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Hasil analisis dengan uji Bonferroni menunjukkan adanya penurunan diameter zona hambat yang signifikan dari waktu pengamatan jam ke 12 sampai jam ke 48, yaitu sebesar 0,037(p <0.05).Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikandenganarahnegatif antara waktu paparan Chlorine dioxide geldan zona hambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis penyebab penyakit periodontal.
The purpose of this study was to determine the relationship between time of exposureto Chlorine dioxide geland inhibitory zones of growth of Porphyromonasgingivalis bacteria as the cause of periodontal disease. The method that used in this study was agar diffusion tests with MHA (Mueller Hinton Agar) platewhich had swabbed with Porphyromonasgingivalis. Six wells (diameter 6 mm) were made in plate then 4 wells dropped with Chlorine dioxide gel (50µl), 2 wells dropped with Chlorhexidinedigluconate 0,12 % gel (50µl) and Aquades sterile (50µl). The plate were incubated for 48 hours and observed periodically at 12, 18, 24, and 48 hours at the temperature of 37 o C. The relationship between time of exposureto Chlorine dioxide geland inhibitory zones of growth of Porphyromonasgingivaliscan be determined by measuring the diameter of inhibitory zone using sliding calipers in scale of 0,02 mm. Statistical analysis was carried out using a Spearmen correlation test. The results of the analysis with Spearman correlation test was obtained at -0,856 coefficient correlation with p=0,000 (p<0,01) showed a significant association with negative direction, that an increase of time exposure followed by a decrease in bacterial zones inhibition. Bonferronitest resultsis0,037(p <0.05), showeda significant reduction inbacterialzonesinhibitionatthe observation timeof12hoursto 48hours.It can be concluded that there is a significant association with negative directionbetween time of exposureto Chlorine dioxide geland inhibitory zones of growth of Porphyromonasgingivalis bacteria as the cause of periodontal disease.
Kata Kunci : Chlorine dioxide gel, zona hambat antibakteri, Porphyromonas gingivalis