Laporkan Masalah

KINERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN BIREUEN DALAM PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI

MUAZZINAH, Dr.Gabriel Lele

2014 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Kinerja merupakan proses pelaksanaan tugas yang panjang, yang diukur dari tingkat keberhasilan organisasi publik dalam melaksanakan pekerjaannya. Praktek kinerja tersebut memiliki hubungan yang saling berpengaruh dengan lingkungannya. Penilaian terhadap kinerja merupakan suatu kegiatan yang sangat penting. Penilaian tersebut dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan suatu organisasi publik dalam kurun waktu tertentu. Rumusan masalan penelitian ini adalah mengapa kinerja DPR Kabupaten Bireuen rendah dalam pelaksanaan fungsi legislasi. Pengukuran kinerja DPR Kabupaten Bireuen dilihat dari produktivitas, kecepatan dan kualitas. Produktivitas adalah tingkat kemampuan organisasi dalam menghasilkan produk produk legislasi di DPR yaitu Rancangan Qanun yang kemudian disahkan menjadi Qanun. Kecepatan adalah proses pembahasan atau waktu yang digunakan dari awal usulan perancangan Qanun sampai dengan pengesahan Rancangan Qanun. Kualitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan isi dari produk Legislasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan untuk meneliti tentang kinerja DPRK Bireuen adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara sistematis, faktual and akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneltian ini antara lain yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu untuk menetapkan keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil yang didapat dapat penelitian ini adalah kinerja DPRK Bireuen dalam melaksanakan fungsi legislasi masih rendah. Hal itu dilihat dari produktivitas yang masih rendah, dengan masih terdapatnya pengesahan Qanun yang diluar Program Legislasi Daerah, dan kecepatan pengesahan produk legislasi yang tidak tepat waktu atau dalam kurun waktu yang ditargetkan serta kualitas produk legislasi yang rendah karena muatan atau isi dari Qanun yang tidak banyak mengurus kepentingan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut adalah teknik manajerial, Sumber Daya Manusia dan unsur politis. Tidak adanya teknik manajerial yang baik seperti tidak adanya tata tertib sehingga rendahnya kinerja legislasi DPRK Bireuen, dari SDM dilihat dari pendidikan formal yang 60% di dominasi tingkat SMA serta pengalaman yang dilihat dari pekerjaan yang kurang besinergi dengan fungsi legislasi, dari unsur politis yaitu adanya tawar menawar antara pihak legislatif dan eksekutif. Selain itu, tidak adanya tenaga ahli yang membantu kinerja DPRK Bireuen dalam fungsi legislasi juga menghambat kinerja legislasi DPRK Bireuen.

Performance is a long process of job implementation measured from the level of success of public organization in performing its job. Practically, a public organization has a mutual correlation with its environment. Assessment of performance could be used as a measure of success of an public organization during certain period of time. The questions formulated in this research is why the performance DPRK Bireuen low function in the implementation of the legislation. Performance measurement DPRK Bireuen seen from the productivity, speed and quality. Productivity is the level of organization skills in generating products legislation in the organization that a draft Qanun which then passed into Qanun. Speed is the process of the discussion or the time used from the initial design proposal up to endorsement draft Qanun to Qanun. Quality is a measure that shows the contents of the legislation function. The methods used in this research is qualitative. The type of research used to research about the performance of the DPRK Bireuen is a descriptive research they purpose to get the picture in a systematic, factual and accurate on the facts, the nature of the phenomenon and the relationships are examined. Data collection techniques used in this research is observation, interview and documentation. The data analysis techniques to determine the validity of the data used triangulation techniques. The results obtained can research this is the DPRK Bireuen performance in functions they legislation is still low. It is seen from the productivity is still low, with still there is an endorsement Qanun an outside Program AreasLegislation and speed passage of the legislation are not products in a timely manner or within a targeted product quality as well as low due to legislation the charge or the contents of the Qanun, which not many take care of interests required by society. As for the factors that affect the performance of managerial techniques, human resources and political elements. The absence of a good managerial techniques such as the absence of a code of conduct so that the low performance of the legislation DPRK Bireuen. Human resources DPRK Bireuen, viewed from the formal education of 60% at the high school level as well as domination, experience as seen from the work that is less connected with the function, the political elements of the legislation, namely the existence of bargaining between the legislature and executive.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.