KOMPETENSI BERBAHASA ANAK TUNAGRAHITA TINGKAT RINGAN: STUDI KASUS ANAK USIA 8 TAHUN
DYAH WAHYUNINGSIH, Wira Kurniawati, S.S., M.A.
2014 | Skripsi | SASTRA INDONESIAPenelitian berjudul “Kompetensi Berbahasa pada Anak Tunagrahita Tingkat Ringan Studi Kasus Anak Usia 8 Tahun†dilakukan untuk mengetahui penyimpangan semantis dan kompetensi pragmatis yang meliputi kompetensi tindak tutur dan penerapan serta penyimpangan prinsip kerja sama. Penelitian ini dilakukan pada anak tunagrahita tingkat ringan usia 8 tahun yang mengalami tunagrahita setelah kelahiran. Penelitian ini dilakukan secara cross-sectional, karena hanya pada titik tertentu. Pengumpulan data dilakukan secara observasional terkontrol dengan menambahkan sedikit stimulus untuk memunculkan respons subjek. Data bersumber dari tuturan subjek yang direkam menggunakan voicenote blackberry 9220. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dan metode pada refernsial. Penyajian data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan kata-kata biasa. Berdasarkan hasil analisis, pada tataran semantis, tuturan subjek melakukan perubahan makna meluas, subjek menggunakan idiom yang berbeda untuk mengidentifikasi suatu kata, dalam berkomunikasi subjek mengalami gejala lupa-lupa ingat, dalam memahami hubungan relasi makna, subjek mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi bentuk yang mirip, dan subjek juga melakukan kesalahan lain dalam pengejaan kata. Sementara itu pada tataran pragmatis, khsusnya dalam jenis tidak tutur, subjek dapat memproduksi semua jenis tindak tutur. Jenis tindak tutur yang mampu diproduksi subjek antara lain representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Jenis tuturan komisif adalah tuturan yang paling jarang ditemukan dalam tuturan subjek. Sedangkan dalam penerapan prinsip kerja sama subjek mampu melaksanakan 4 maksim yang terdiri dari maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Subjek juga melakukan penyimpangan maksim yang terdiri dari maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Maksim pelaksanaan adalah maksim yang paling jarang ditemukan dalam tuturan subjek.
-
Kata Kunci : gangguan berbahasa, tunagrahita ringan, penyimpangan semantis, kompetensi pragmatis