Laporkan Masalah

Hubungan pengetahuan bidan di desa dengan penanganan dan rujukan ibu hamil risiko tinggi di Kabupaten Temanggung

ARTIYONO, Prof.dr. M. Hakimi, SpOG.,PhD

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Keadaan di Kabupaten Temanggung dari 10.775 kehamilan, masih terdapat 127 bayi lahir mati dan bayi dengan BBLR 296 anak, kematian neonatal 8 anak, serta masih terdapat 10 ibu mati karena melahirkan. Jumlah tenaga bidan di desa sebanyak 199 dari 288 desa, sedangkan pertolongan oleh tenaga kesehatan 62% pada tahun 2000. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan pelatihan bidan di desa dengan penanganan dan rujukan risiko tinggi ibu hamil. Metode penelitian secara observasional dan wawancara dengan rancangan cross sectional, merupakan penelitian penjelasan (expZanatory survey). Subyek penelitian bidan di desa, dengan unit analisis responden yang tinggal di wilayah kerja Kabupaten Temanggung. Mat ukur yang digunakan kuesioner, menggunakan analisis statistik Crosstab Chi Square dan Regresi logistik terhadap 100 subyek penelitian yang dipilih secara random. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). tidak ada hubungan antara retensi pengetahuan responden dengan penanganan risiko tinggi ibu hamil, p =0.840 dan G0.020. 2). ada hubungan antara pelatihan responden deilgan penanganan risiko tinggi ibu hamil, p =0.001 dan C=0.378, kuat hubungan lemah. 3). tidak ada hubungan antara retensi pengetahuan responden dengan rujukan risiko tinggi ibu hamil, p =O 148 dan C=O.143. 4). ada hubungan antara pelatihan responden dengan rujukan risiko iinggi ibu hamil, p =0.025 dan C=0.219, h a t hubungan lemah. 5). ada hi tbungan antara retensi pengetahuan dm pelatihan responden dengan penanganan risiko tinggi ibu hamil, F, =0.001 dengan besar pengaruh 83.78%. 6) ada hubungan antara reteilsi pengetahuan dan pelatihan responden dengan rujukan risika tinggi ibu hamil, p =0.003 dengan besar pengaruh 44.22%. Kesimpulan penelitian adalah : a). Penyelenggaraan pelatihan risiko tinggi ibu hamil terhadap responden mempunyai kecenderungan dapat meningkatkan ketrampilan dan kemampuan penanganan clan iujukan risiko tinggi ibu hamil. b). Penggabungan retensi pengetahuan dan pelatihan responden terdapat hubungan dengan penanganan dan rujukan risiko tinggi ibu hamil, pelatihan mempunyai kecenderungan lebih besar berpengaruh terhadap penanganan dan rujukan risiko tinggi ibu hamil

Among 10,775 pregnancies in Temanggung regency, 127 births died and 296 are low birth weight. Neonatal reached 8 children, and 10 mothers died from delivery. The number of midwives in villages were 199 from 288 villages; while help was 62% of health staff in 2000. This study was aimed at finding out whether there is relationship between knowledge and training for midwives in the village with the handling and high-risk referral for pregnant mothers. This was a cross-sectional study through observation and interviews. It was also an explanatory survey. The subjects were midwives in the villages and the analysis units were respondents living in Temanggung regency. The measurement tools were questionnaires and the statistical analysis used crosstab Chi Square and logistic regression on 100 randomly-taken subjects. The results showed that: 1) there was no relationship between respondents' knowledge retention and handling of high-risk pregnant mothers, p=O. 840 and C=0.020. 2) there was relationship between respondents' training and handling of high-risk pregnant mothers, p=O.OOl and C=0.378, and the relation was weak. 3) there was no relationship between respondents' knowledge retention and high-risk pregnant mothers' reference, p=O. 143. 4) there was relation betwcen respondents' training and knowledge retention and the handling of high-risk pregnani mothers, p=O.OOl and the effect was 83.78%. 6) there was relation between respondents' trainicg and knowledge retention and reference for high-risk pregnant mothers, p=0.003 and the effect was 44.22%. The conclusion of this btudy was that a) the training on high-risk pregnant mothers could improve skills and handling and reference for highrisk pregnant mothers. b) Combined respondents' training and knowledge retention shows relationship with reference for high-risk pregnant mothers; and training tends to have bigger effect on handling and reference for high-risk pregnant mothers

Kata Kunci : Layanan Kesehatan, Ibu Hamil, Bidan Desa, Midwives in the village, the high risk of pregnant mother, the referral of high risk pregnant mother.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.