BENTONIT TERMODIFIKASI CETILTRIMETILAMMONIUM UNTUK ADSORPSI ION Cu2+ DAN ZAT WARNA ANIONIK EOSIN
BRILIANA ARGAWATI, Dr. Sutarno M.Si.
2014 | Skripsi | KIMIATelah dilakukan modifikasi bentonit alam menggunakan cetiltrimetilammonium bromida (CTAB) yang ditujukan untuk adsorpsi senyawa yang bersifat anionik dan kationik. Senyawa yang digunakan sebagai adsorbat pada penelitian ini adalah zat warna anionik eosin dan ion Cu 2+ . Penelitian ini diawali dengan pencucian bentonit alam dengan asam sulfat 1,5 M kemudian dimodifikasi menggunakan CTAB dengan konsentrasi sebanyak 2 kali kapasitas tukar kation (KTK). Material yang dihasilkan dikarakterisasi dengan metode spektrometri FTIR dan difraksi sinar-X, sedangkan analisis kation dikaji dengan AAS dan anion dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi mineral penyusun bentonit yang utama adalah montmorillonit. Proses aktivasi asam yang dilakukan pada penelitian ini meyebabkan dealuminasi pada struktur bentonit. Adsorpsi Cu 2+ dilakukan pada pH 2 dan adsorpsi eosin dilakukan pada pH 6. Adsorpsi kation Cu 2+ dan zat warna anionik eosin mengikuti model isoterm adsorpsi Langmuir. Kapasitas adsorpsi Cu 2+ adalah 6,28 x 10 -5 mol/g dan eosin dengan nilai kapasitas adsorpsi 0,57 x 10 -5 mol/g. Sedangkan energi adsorpsi Cu 2+ adalah 27,20 kJ/mol dan eosin dengan energi adsorpsi 32,75 kJ/mol. Sementara itu, kemampuan adsorpsi Cu 2+ pada bentonit alam > bentonit teraktivasi > CTA-bentonit. Kemampuan adsorpsi eosin pada bentonit alam < bentonit teraktivasi < CTA-bentonit.
Modification of natural bentonite with cethyltrimethylammonium bromide (CTAB) for adsorption of cationic and anionic subtances has been studied. Cu 2+ ion and eosin anionic dye were used as adsorbates in the research. The research was started by washing natural bentonite using 1,5 M sulfuric acid then modified using 2 cation exchange capacity (CEC) CTAB. Material was characterized by FTIR spectrometry and X-ray diffraction methods, meanwhile the adsorbed cation was measured by AAS and anion by UV-Vis spectrophotometry. Result showed that the major component of bentonite was montmorillonite. Acid activation caused dealumination in bentonite structure. Cu 2+ was adsorbed in pH 2, while eosin dye in pH 6. Adsorption of Cu 2+ and eosin anionic dye on CTA-bentonite followed a Langmuir adsorption isotherm model. Adsorption capacity of Cu 2+ was 6,28 x 10 -5 mol/g and eosin dye with 0,57 x 10 -5 mol/g. Adsorption energy of Cu 2+ was 27,20 kJ/mol lower than eosin with 32,75 kJ/mol. Meanwhile, adsorption capability of Cu 2+ on natural bentonite > activated bentonite > CTA-bentonite and natural bentonite < activated bentonite < CTA-bentonite for eosin.
Kata Kunci : modifikasi, bentonit, CTAB, adsorpsi, Langmuir