HUBUNGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN ROKOK DENGAN HEALTH-RELATED QUALITY OF LIFE PADA MASYARAKAT KABUPATEN SLEMAN, KOTA YOGYAKARTA, DAN MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA
MENTARI WIDIASTUTI, Susi Ari Kristina S.Farm, M.Kes, Apt.
2014 | Skripsi | FARMASITelah banyak penelitian yang mengatakan bahwa tingkat ketergantungan rokok dapat menurunkan kualitas hidup. Namun, penelitian semacam ini belum pernah dilakukan di Indonesia yang notabene merupakan negara dengan jumlah perokok terbesar kedua di dunia. Oleh karena itu, peneliti melakukan analisis hubungan tingkat ketergantungan rokok dan health-related quality of life (HRQoL) pada masyarakat di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Data HRQoL dan tingkat ketergantungan rokok diperoleh dari responden dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Tingkat ketergantungan rokok diukur menggunakan instrumen Fagerström Test for Cigarette Dependence (FTCD). Pengukuran HRQoL dilakukan dengan kuesioner WHOQOL-BREF versi bahasa Indonesia. Uji ada/tidaknya hubungan antara tingkat ketergantungan rokok dan HRQoL dilakukan dengan one-way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan rokok memiliki hubungan dengan HRQoL responden. Hubungan tersebut bermakna secara statistik, kecuali pada responden di Yogyakarta (p>0,05). Kebermaknaan hubungan antara tingkat ketergantungan rokok dengan HRQoL terjadi terutama pada HRQoL total dan domain psikologi.
Numerous studies showed that higher level of cigarette dependence was associated with lower quality of life. Such studies, however, haven’t been performed in Indonesia, a country with the second largest number of smokers in the world. Therefore, this study is conducted to analyze the association between cigarette dependence and health-related quality of life (HRQoL) in sampled residents of Kabupaten Sleman and Kota Yogyakarta as well as in students of Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Convenience sampling was performed to collect data. Level of cigarette dependence was measured with Fagerström Test for Cigarette Dependence (FTCD), while HRQoL was measured with Indonesian version of WHOQOL BREF. The association between level of cigarette dependence and HRQoL was assessed with one-way ANOVA. The result of this study showed a significant association between level of cigarette dependence and HRQoL, except in sampled residents of Yogyakarta (p>0,05). The statistically-significant association was found especially with HRQoL total score and with psychological domain of WHOQOL -BREF.
Kata Kunci : Tingkat ketergantungan rokok, HRQoL, FTCD, WHOQOL-BREF, Sleman, Yogyakarta, UGM.