Laporkan Masalah

PURWARUPA SISTEM PERINGATAN DINI NIRKABEL PADA JEMBATAN ANTAR PULAU OLEH ANGIN BERBASIS ARDUINO NANO

NUR AHMAD EFFENDI, Budi Sumanto, S.Si.,M.Eng

2014 | Tugas Akhir | D3 ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

Jembatan Antar Pulau, sebuah gagasan yang bagus mengingat bangsa Indonesia sendiri yang terdiri dari beberapa pulau dan sudah dibuatnya jembatan Suramadu. Dengan ilmu pengetahuan yang semakin luas dan kompleks akan teknologi, hal itu juga nantinya akan digunakan untuk pengaplikasian dalam kontruksi jembatan yang bagus, baik segi bangunan maupun teknologi dikarenakan Indonesia sendiri adalah negara kepulauan yang berada pada posisi strategis itu salah satu penyebab wilayah Indonesia rentang terhadap bencana akan perubahan iklim/cuaca khususnya oleh angin. Pembuatan jembatan dengan teknologi sistem peringatan dini ini mungkin yang akan diterapkan, mengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan manusia akan bencana saat melintasi jembatan. Implementasi alat ini tidak menggunakan kabel dalam komunikasinya, karena penggunaan kabel itu nantinya ditakutkan akan berakibat los signal, dilihat dari panjang kontruksi jembatan maka dibuat dengan komunikasi nirkabel yang lebih masuk akal. Sistem ini diawali dengan pemancaran set point oleh Transmiter dari pembacaan kecepatan angin oleh purwarupa anemometer sederhana, kemudian data yang berupa set point itu akan ditangkap oleh Receiver yang akan digunakan untuk memberi sinyal perintah. Sistem ini menggunakan Radio Frequency Modul 315/433 Mhz sebagai Transceiver, dan sistem kendali dari alat ini menggunakan Arduino Nano, data berupa set point akan memberi perintah menghidupkan bazer dan menggerakkan servo. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh jarak maksimal jangkauan 120 meter pada ruang terbuka.

Bridges Between the Islands, a great idea considering Indonesia's own nation consisting of several islands and already made Suramadu bridge. With science is increasingly broad and complex technology, it will also later be used for deployment in the construction of the bridge is good, both in terms of technology or building because Indonesia is an archipelago that sits on a strategic position that one of the causes of the disaster will span against the Indonesian climate change/weather especially by wind. Making bridges with this early warning system technology might be applied, given the importance of raising awareness of the human disaster will be when crossing the bridge. The implementation of these tools do not use the cord in its communication, since the use of the cable was later feared would result in the los signal, judging from the length of the bridge construction was made with wireless communication that makes more sense. This system started with the transmission of a set point by the Transmitter of the reading of the wind speed by anemometer simple prototype, then the data in the form of set point it will be caught by the Receiver will be used to provide a signal command. This system uses a Radio Frequency Modules 315/433 Mhz as a Transceiver, and the system of control of the tool using the Arduino Nano, data in the form of the set point will give the command switch and move the servo bazer. Based on the measurement results obtained within a maximum range of 120 meters in open space.

Kata Kunci : Set Point, Anemometer, Arduino Nano, Modul RF 315/433 Mhz, Bazer , Servo.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.