Laporkan Masalah

Unit cost pemeriksaan dan kemauanmembayar masyarakat di BLK Yogyakarta

KUMOLOWATI, Etty, dr. Rossi Sanusi, MPA.,PhD

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Selama beberapa tahun terakhir ini terjadi perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif. Keadaan ini menyebabkan kebutuhan pelayanan laboratorium meningkat untuk menegakan diagnosa dini penyakit degeneratif yang lebih mahal. Sementara itu akibat dari crisis ekonomi kemampuan pemerintah untuk memberikan subsidi bagi pelayanan kesehatan menurun. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan responden sebanyak 100 orang pengunjung BLK Yogyakarta untuk mengetahui kemauan membayar dan studi arsip untuk menghitung unit cost pemeriksaan. Kemauan membayar dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, jarak rumah, waktu tempuh, derajat sakit, alasan pemilihan laboratorium, jumlah pemeriksaan, pendapat terhadap tarip dan pengalaman menggunakan laboratorium lain. Kemauan membayar untuk pemeriksaan sederhana, sedang I, sedang II dan canggih I diatas unit cost. Sedangkan untuk pemeriksaan canggih II di bawah unit cost.

Background: During recent years a change in epidemiological pattern from infectious diseases to degenerative diseases has been observed. This condition increases the need of laboratory examination for early diagnosis of degeneratif diseases which more expensive. Economic crisis in Indonesia decreased the goverment ability to subsidize health services. Method: The purpose of this study was to asses the unit cost, willingness to pay, and to identify factors which influenced it. This study followed 100 respondents who visited the Yogyakarta Health Laboratory. Results: Willingness to pay was influenced by age, sex, education, income, distance, travel time, severity of illness, reason of choice, number of examinations, opinion about price, and experience with other laboratories. Willingness to pay for simple (erythrocyt count, leucocyt count, etc.) moderate I (clinical chemistry, such as lipid, glucosa, liver function, kidney function), and moderate II (serology, food examination), and Sophisticated I (Widal, sensitivity test, hepatitis, drug abuse) exceeded the unit cost. But for sophisticated II (HIV, water examination) was below the unit cost.

Kata Kunci : Manajemen Kesehatan Masyarakat,Unit Cost dan Kemauan Membayar, Willingness to pay,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.