Laporkan Masalah

KETERISIAN DATA KODE DOKTER, RESEP, EXTERNAL CAUSES PADA SENSUS HARIAN INSTALASI GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA

CHRIS SANTA DIANDRA, Sugeng, SKM.,

2014 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS

Latar belakang: Sensus harian terdiri dari sensus harian rawat inap dan rawat jalan merupakan data dasar yang diolah untuk menjadi informasi dalam bentuk laporan yang berguna untuk rumah sakit. Antara lain berguna untuk mengetahui tingkat efisiensi rumah sakit melalui perhitungan Grafik Barber Johnson, pengambilan keputusan, laporan morbiditas dan mortalitas. Sedangkan sensus harian rawat jalan dan IGD dipergunakan untuk pemenuhan laporan kunjungan, indeks penyakit, laporan 10 besar penyakit rawat jalan, serta pemenuhan laporan indeks dokter yang merawat pasien rawat jalan. Pada saat dilakukan studi pendahuluan pelaksanaan sensus harian IGD di RS Bethesda masih ditemukan ketidakterisian beberapa item data antara lain kode dokter sebanyak 87,13% yang digunakan untuk mengetahui dokter yang telah diberi tanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan pada pasien yang bersangkutan, resep sebanyak 100% yang digunakan dalam pemberian obat yang tepat untuk pasien, dan diagnosis external causes sebanyak 37,37% untuk meninjau kembali ketepatan diagnosa terhadap pasien cedera. Dalam kelengkapan sensus harian IGD belum dilaksanakan secara maksimal sehingga perlu didukung lagi kelengkapan masing-masing itemnya agar tercipta suatu koordinasi yang baik dan efektif antara petugas rekam medis sebagai pemberi informasi dengan petugas pelayanan kesehatan lainnya. Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterisian item data pada sensus harian Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS Bethesda Yogyakarta Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah satu orang petugas administrasi IGD, satu orang petugas Sensus Harian Rawat Jalan yang bertugas mengolah Sensus Harian IGD, satu orang Dokter IGD, dan Kepala Bidang Rekam Medis. Objek dari penelitian ini adalah proses pelaksanaan kegiatan sensus harian IGD dan lembar sensus harian IGD di RS Bethesda Yogyakarta. Hasil: Di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta masih terjadi ketidakterisian beberapa item data pada lembar sensus harian IGD periode Januari-Desember tahun 2013 berjumlah 365 lembar berkas yang terdiri dari 6.731 kasus pasien cedera dengan nilai persentase kode dokter sejumlah 89,24%; resep sejumlah 100%; dan external causes sejumlah 37,35%. Faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian sensus harian IGD antara lain adalah terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kualifikasi D3 Rekam Medis pada bagian sensus harian dan karyawan yang mendukung administrasi IGD, kurangnya sosialisasi standar prosedur operasional sensus harian, dan belum dibuat suatu program validasi kelengkapan pengisian data untuk memastikan keterisian pada saat petugas menginput data sensus harian IGD sehingga meminimalisasi kekosongan. Hal tersebut berdampak pada keterlambatan pemenuhan pelaporan rumah sakit.

Daily census consists of inpatient and outpatient care is the basic data to be processed in the form of information that is useful to report hospital. Among other things useful to know the level of hospital efficiency through the computation graph Barber Johnson, decision making, reporting morbidity and mortality. While, the daily census outpatient and emergency department visits are used for compliance reporting, disease index, report 10 outpatient disease, as well as the fulfillment of the index report treating physician outpatient. At the time of execution of a preliminary study conducted on daily census of emergency unit in Bethesda Hospital still found blankness several items of data including a doctor as much as 87.13% of code that is used to find a doctor who has been given the responsibility to carry out checks on the patient concerned, the recipe as much as 100% used in drug delivery is right for the patient, and the diagnosis of external causes as much as 37.37% for reviewing the accuracy of the diagnosis of the patient's injury. The general objective of this study was to determine the occupancy data item in the daily census of emergency unit in Bethesda Hospital Yogyakarta. This type of research is descriptive qualitative approach. The study design is a case study. Data collection techniques in this study is the observation, interviews, and documentary studies. Research subjects in this study were the administrative officers on emergency unit, a Daily Census officers on duty Outpatient on emergency unit Daily Census process, one doctor on emergency unit, and Head of the Medical Record. Object of this research is the process of implementation of activities and daily census sheets in Bethesda Hospital Yogyakarta. At Bethesda Hospital Yogyakarta still occur blankness multiple data items on the daily census sheets IGD period January-December 2013 amounted to 365 sheets file consisting of 6,731 cases of patients injured by a doctor's code percentage 89.24%; prescription of 100%; and external causes a number of 37.35%. Factors that cause incomplete charging daily census is limited IGD include Human Resources (HR) by qualification D3 Medical Record in the daily census and administrative employees supporting IGD, lack of socialization daily census standard operating procedures, and has not made a charging completeness of the data validation program to ensure occupancy when personnel enter the data daily census IGD thus minimizing vacancy. This has resulted in a delay in fulfilling reporting hospitals.

Kata Kunci : Keterisian, Kode Dokter, Resep, External Causes, Sensus Harian,IGD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.