Hubungan antara motivasi kerja dengan pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSU Praya Lombok Tengah
FATAHILLAH, Lalu, Sri Werdati, SKM.,M.Kes
2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belaksng: Motivasi adalah daya pendorong yang melibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Menghadapi persaingan rumahsakit yang semakin ketat, rumahsakit umum daerah praya yang merupakan rumahsakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, kelas C dengan jumlah tempat tidur 75 buah harus mengadakan penyempurnaan penyelenggaraaq organisasi, termasuk motivasi perawat dalam melaksanakan tindakan asuhan keperawatan sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang sudah ditetapkan. Banyaknya tindakan asuhan keperawatan yang belum sesuai dengan standar asuhan keperawatan sehingga mendorong pelaksanaan penelitian ini. Subyek Penelitian: Perawat dan Bidan yang bekerja diruang rawat inap rumahsakit umum daerah praya sebanyak 45 orang (total populasi). Metode penelitian: Rancangan penelitian adalah kuantitatif dengan survei secara cross sectional dan diuji statistik korelasi regresi dan korelasi parsial. Hasil penelitian: Koefisien korelasi positif sangat rendah (I= 0,186) dengan koefisien regresi (B= 0,806) terdapat pada hubungan motivasi dengan pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan Koefisien korelasi meningkat ( ~ 01~3) 2b ila dimoderasi oleh variabel karakkristik demografik perawat. Kesimpulan: Hubungan antara motivasi perawat dengan pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan, semakin meningkat dimoderasi oleh karakteristik demografi perawat
Background: Motivation is a supporting factor involving members of an organization to make use of their expertise or skills and time to hold activities in order to achieve the objectives and other goals planned by the organization. Facing tight competition among hospitals, Praya District Hospital, that belongs to local authority of Central Lombok Regency and is a type-C hospital with 75 beds, should improve its organization, including nurses’ motivation to do nursing care according to the standard. Some of the nursing care is not relevant with the nursing care standard, so a study on this should be done. Subjects: Fourty five nurses and midwives working in the in-patient installation at Praya District Hospital. Method-: This study used kuantitatif methode with cross-sectional survey. Data were analysed with partial correlation and regression correlation statistical. Results: Positive correlation very low (F 0,186) with rergresion coeffisient (B= 0,806) finded the relationship between motivation and nursing care. Correlation coefisient increase (I=0 ,2 13) if moderated by nurse characteristic demographic. Conclusion: The relationship between motivation and nursing care increase moderated by nurse characteristik demografi.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Asuhan Keperawatan,Motivasi Kerja,motivation, demographic characteristics, nursing care