Laporkan Masalah

In-equivalent English – Indonesian Translation of Commissive Utterances in Some American Popular Films

ANINDITA WISESA, Dr. Aris Munandar, M.Hum

2014 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Skripsi ini meneliti tentang ketidaksetaraan penerjemahan tuturan komisif Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dalam delapan film popular Amerika. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 34 tuturan komisif dan subtitel Indonesia yang tidak setara dikumpulkan dari film Easy A, Frozen, Iron Man 2, Black Swan, The Hunger Games, The Dark Knight Rises, Crazy Stupid Love, dan Pitch Perfect. Penelitian in bertujuan untuk menganalisa ketidaksetaraan penerjemahan tuturan komisif Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang ditemukan dalam film dan menyarankan terjemahan Bahasa Indonesia yang setara. 12 data perwakilan yang dipilih diklasifikasikan ke dalam empat jenis tindak tutur: langsung, tidak langsung, literal dan non-literal. Setiap data akan dianalisis berdasarkan konteks, maksim dalam prinsip kerja sama oleh Grice: kuantitas, kualitas, relevansi, dan pelaksanaan, dan strategi kesopanan oleh Brown dan Levinson: positif dan negatif. Kemudian, penerjemahan yang setara dikemukakan dengan memperhatikan gaya percakapan juga. Dari data analisis, terjadinya ketidaksetaraan penerjemahan adalah karena perbedaan budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran yang mempengaruhi produk penerjemahan dan dapat menghasilkan produk penerjemahan yang tidak setara secara pragmatik.

This research attempts to investigate the in-equivalent English into Indonesian translation of commissive utterances in eight American Popular Films. The data used in this research are 34 English commissive utterances and its Indonesian in-equivalent subtitle collected from Easy A, Frozen, Iron Man 2, Black Swan, The Hunger Games, The Dark Knight Rises, Crazy Stupid Love, and Pitch Perfect. In particular, it aims to analyze the in-equivalent English-Indonesian translation of commissive utterances found in the films and to propose the equivalent Indonesian translation. The 12 data representatives chosen are classified into four types of speech acts: direct, indirect, literal, and non-literal. Each of the data is analyzed qualitatively based on the context, Grice’s maxims of cooperative principle: quantity, quality, relevance, and manner, and Brown and Levinson’s politeness strategies: positive and negative. Then, the equivalent translation is proposed with concerning the style of the conversation too. Based on the findings, the main problem that causes in-equivalent translation is because the cultural differences between country of source language and target language that affect the translation product that can produce pragmatically inequivalent translation product.

Kata Kunci : penerjemahan, komisif, prinsip kerja sama, kesopanan, konteks


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.