EVALUASI PENERAPAN CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA (CPPB-IRT) DI KABUPATEN KARANGANYAR
CANDIDA ALMA PRATIWI, Prof. Dr. Marchaban, DESS., Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIPangan adalah bahan-bahan yang dimakan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan bagi pemeliharaan, pertumbuhan, kerja, dan penggatian jaringan tubuh yang rusak. Kenaikan jumlah penduduk, kemajuan teknologi, kemajuan di bidang pendidikan dan ekonomi, serta perubahan di bidang sistem nilai di masyarakat, memacu pertumbuhan industri pangan untuk memproduksi produk olahan pangan sebanyak-banyaknya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Namun pada umunya hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan keamanan dan mutu dari olahan pangan itu sendiri. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui sejauh mana Industri Rumah Tangga Pangan di Kabupaten Karanganyar menerapkan CPPB-IRT dalam kesuluruhan aspek produksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan terhadap sejumlah Industri Rumah Tangga Pangan yang ada di Kabupaten Karanganyar dengan mengkaji tingkat penerapan CPPB-IRT pada industri-industri tersebut yang digambarkan dengan mengelompokkan industri-industri tersebut ke dalam tingkatan yang disebut Level IRTP, dimana Level IRTP tersebut terdiri dari Level I hingga Level IV. Data primer didapatkan dengan menggunakan check list dan wawancara langsung dengan penanggung jawab atau pihak yang mengetahui seluruh kegiatan produksi di Industri tersebut yang dilanjutkan dengan observasi langsung dari kegiatan produksi pada masing-masing Industri Rumah Tangga Pangan. Hasil penelitian dari 81 IRTP yang tersebar di Kabupaten Karanganyar menunjukkan bahwa sebanyak 53% IRTP berada pada Level IV; 26% IRTP pada Level III; 21% IRTP pada Level II, serta 0% IRTP berada pada Level I.
Food is edible materials daily to meet the needs for maintenance, growth, employment, and replacement of damaged tissue. The increase of population, technological advances, advances in education and the economy, as well as changes in the value system in society, spurring the growth of the food industry for the manufacture of processed food products as much as possible so as to meet the needs of the market. But in general it is not offset by an increase in the safety and quality of processed food itself. This study was to determine the extent berujuan Household Food Industry in Karanganyar apply CPPB-IRT in kesuluruhan aspects of production. This research is descriptive quantitative research conducted on a number of Household Food Industry is in Karanganyar to assess the application of CPPB-IRT in these industries represented by grouping these industries into the so-called Level IRTP levels, where Level IRTP consists of Level I to Level IV. Primary data were obtained by using the check list and interview directly with the responsible party knows or all activities in the industrial production, followed by direct observation of the production activity in each Household Food Industry. The results of the study of 81 IRTP spread Karanganyar indicate that as many as 53% IRTP are at Level IV; 26% IRTP at Level III; 21% IRTP at Level II, and 0% IRTP are at Level I.
Kata Kunci : CPPBIRT, Industri Pangan Rumah Tangga, Level IRTP