Strategi pengembangan kamar operasi berdasar analisis portofolio di Rumah Sakit Perkebunan Jember
KUNTADI, Sri Werdati, SKM.,M.Kes
2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Rumah Sakit Perkebunan adalah salah satu unit usaha milik PT Perkebunan Nusantara X (Persero) yang sejak 10 Desember 1.996 berubah statusnya menjadi Unit Usaha Strategis untuk mengahadapi era globalisasi dan meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi pengembangan kamar operasi dan menentukan pilihan-pilihan strategi pengembangan yang sesuai dengan lingkungan eksternal dan internal kamar operasi Rumah Sakit Perkebunan. Metode: Penelitian ini menggunakan populasi seluruh Dokter Spesialis yang melakukan tindakan operasi sebanyak 14 orang dan paramedis kamar operasi sebanyak 10 orang. Metode penelitian terdiri dari dua bagian dengan menggunakan kualitatif deskriptif dan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil: Dan hasil kuesioner terbuka, tanggapan dokter spesialis sebagai pemakai kamar operasi menunjukkan dukungannya untuk pengembangan kamar operasi dengan penambahan beberapa peralatan Kamar Operasi dan keinginan untuk lebih diperhatikan secara individu. Pada analisis SWOT dan FGD menunjukkan posisi kamar operasi Rumah Sakit Perkebunan pada kuadran 1, yaitu Star yang menunjukkan strateginya adalah pengembangan dan juga agar dilakukan pengeiolaan Sumber Daya Manusia kamar operasi secara khusus untuk menunjang pengembangan. Kesimpulan: Rumah Sakit Perkebunan dapat menghadapi era globalisasi memakai strategi pengembangan kamar operasi dengan dukungan Dokter Spesialis.
Background: Perkebunan Hospital is one of the unit belonging to PT Perkebunan Nusantara X (Persero) that since 10 December 1996 has changed its status into Strategic Income Unit to face the era of globalization and to improve the company's performance. This study was aimed at finding out the strategy for surgery room development and to decide options of development strategies appropriate with its external and internal environment. Methods: This study used all 14 specialists as population who did the surgery and 10 paramedics who worked in the surgery room. This study used in this study consisted of 2 parts qualitative descriptive method and the quantitative analysis which used SWOT analysis. Results: The open questionnaires showed that the responses from the specialists as users of the surgery room showed their support to develop the surgery room by providing more equipment and they wanted to get more individual attention. The SWOT analysis and FGD showed that the position of surgery room in the hospital was in the quadrant 1, i.e. Star that showed that its strategy was to develop and to manage human resources in the surgery room especially to support the development. Conclusion: Perkebunan hospital could face the globalization era by using development strategy for the surgery room with support from the specialists.
Kata Kunci : strategi pengembangan, kamar operasi, SWOT, development strategy, surgery room