UPAYA PENGENDALIAN ZOONOSIS MELALUI PENGAWASAN PEREDARAN KULIT DI YOGYAKARTA
ADRIAN PRASETIYO, drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D
2014 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANZoonosis adalah penyakit menular dari hewan ke manusia. Rendah atau tingginya tingkat penyebaran zoonosis tergantung dari tingkat preventif dari manusia sendiri dan preventif terhadap hewan yang berada di sekitar kita. Pengolahan tidak sempurna terhadap barang – barang kebutuhan dan masakan yang berasal dari hewan merupakan salah satu faktor utama penyebab tingginya angka zoonosis. Di zaman yang serba modern ini, produk asal hewan bukan hanya sekedar daging, susu, dan telur saja. Bagian tubuh hewan lainnya yang memiliki kualitas dan nilai jual tinggi apabila diolah dengan benar adalah kulit. Dengan adanya tulisan ini, diharapkan bahwa perhatian terhadap pengolahan produk hasil hewan terutama kulit lebih ditingkatkan untuk menekan penyebaran zoonosis. Materi yang digunakan dalam penulisan ini adalah data kuantitas kulit impor masuk ke DIY pada tahun 2013 dan 2014 sampai tanggal 15 April. Data ini dikumpulkan lewat pengambilan data secara langsung ke Balai Karantina Pertanian Kelas II provinsi DIY dan secara tidak langsung lewat Praktik Kerja Lapangan (PKL) di DISPERINDAGKOPTAN kota Yogyakarta. Hasil analogi antara data yang diperoleh dan landasan teori mampu menjadi cerminan bagi berbagai pihak, baik dari produsen, konsumen maupun pengawas untuk lebih preventif akan ancaman zoonosis lewat produk kulit. Dengan begitu, tingkat kesadaran yang meningkat akan berbanding lurus dengan peningkatan upaya preventif terhaap zoonosis lewat kulit, sehingga penyebaran zoonosis lewat produk hasil hewan khususnya kulit akan mampu ditekan serendah mungkin.
Zoonoses are disease transmitted from animal to humans. Low or high depending on the rate of spread of zoonotic human – level preventive and preventative against animals that are around us. Incomplete procesiing of goods and food of animal origin is one of the main factor causing high rates of zoonoses. In this modern era, the products of animal origin not just meat, dairy and eggs alone. Other animal body parts that have high quality and sale value if the skin is processed correctly. With the existence of this paper, it is expected that attention to the processing of animal products, especially skin results further improved to suppress. The material used in this paper is the quantity of data entered into the DIY leather imported in 2013 and 2014 until April 15. This data is collected through data collection directly to the Agricultural Quarantine Class II and DIY province indirectly through Employment Practices (PKL) in DISPERINDAGKOPTAN city of Yogyakarta. Results analogy between the data obtained and the theoretical basis to become a reflection for various parties, either from producers, consumers and supervisors to be more preventive zoonotic threat through skin products. By doing so, the level of awareness that will increase proportional to the increase in preventive efforts terhaap zoonoses through the skin, so that the spread of zoonoses through products of animal skin in particular will be able to as low as possible.
Kata Kunci : Zoonosis, kulit, Balai Karantina Pertanian Kelas II provinsi DIY, DISPERINDAGKOPTAN Yogyakarta