Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan penemuan dan pengobatan penderita malaria di Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah

SIMANGUNSONG, Mulin R, Dra. Johana E. Prawitasari, PhD

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Pembangunan dalam bidang kesehatan khususnya pemberantasan malaria telah lama dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Barat, namun penyakit malaria telah meningkat dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan ini mendapat perhatian dari peneliti untuk diketahui penyebabnya, khususnya dari pelaksanaan penemuan dan pengobatan. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi pelaksanaan penemuan dan pengobatan malaria dengan harapan mendapatkan informasi tentang pelaksanaan tersebut. Pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara mendalam, dan pengamatan dimulai dari Puskesmas Mendawai, Puskesmas Arut Selatan, Puskesmas Arut Utara, Puskesmas Balai Riam, Puskesmas Sukamara, Puskesmas Kotawaringin Lama hingga Dinas Kesehatan. Responden dari puskesmas adalah pimpinan puskesmas, pengelola program, staf poliklinik, staf rawat inap dan staf laboratorium, dan di Dinas kesehatan adalah kepala dinas, Kasubdin P2 dan pengelola program. Umumnya petugas akan mengatakan seseorang menderita malaria bila ditemukan panas dingin, menggigil, dan sakit kepala. Sebagian puskesmas telah melakukan pemeriksaan malaria secara laboratorium. Di seluru h puskesmas tidak ada standar penemuan penderita malaria yang sesuai dengan standar Depkes. Pemberian obat malaria belum mengikuti pedoman pengobatan malaria secara nasional. Menurut petugas poliklinik mereka belum dilatih Cara penemuan maupun pengobatan malaria yang sesuai standar dan tidak memiliki uraian tugas tentang penemuan maupun pengobatan penderita malaria. Pimpinan puskesmas sebagian besar belum dilatih program pemberantasan malaria. Pengarahan program pemberantasan malaria dari kabupaten tidak menyangkut penemuan maupun pengobatan penderita malaria. Kebijakan pemberantasan malaria tentang penemuan dan pengobatan malaria di Kabupaten Kotawaringin Barat tidak dibuat khusus. Dengan informasi ini diketahui untuk memperbaiki pelaksanaan penemuan serta pengobatan penderita malaria di kabupaten tersebut memerlukan pelatihan bagi pimpinan puskesmas, petugas poliklink serta melengkapi buku pedoman pemberantasan, standar penemuan, dan standar pengobatan di puskesmas

Health development especially malaria control programme has been done for many years in West Kotawaringin Regency, nevertheless malaria disease has increased for three years. This problem motivates the author to examine the causes, especially case finding and treatment. The aim of this research is to evaluate case finding and treatment of malaria to get more information about those activities. The data in this research is collected by in depth intervies. The data is collected from Mendawai Health Centre, South Arut Health Centre, North Arut Health Center, Balai Riam Health Centre, Sukamara Health Centre, Kotawaringin Lama Health Center and Regency Health Office. Respondents in health centre are The Chief of health centre, programmer , polyclinic staff, and laboratory staff, from Regency Health Office are the Head of Office, The Head Sub Division of Communicable Deseas Control and programmer. Generally policlinic staff will say someone get malaria if the patient has the fever, shudder and headache. Some health centre has examined malaria in the laboratorium. All of health centre do not have case finding standard for malaria that analogous with standard from Health Department. Drugs of malaria are not given with national treatment guideline. Policlinic staff said that they had not been trained about case finding and treatment methode of malaria made by Health Department and they did not have a clear task about case finding and treatment of malaria. Chief of health centre have not been trained about malaria control programme. Direction malaria control programme from regency is not about case finding and treatment malaria. Policy of malaria control programme in West Kotawaringin Regency accord to national guideline. There is no particular policy about case finding and treatment malaria. From this information, we can know to inprove case finding and treatment malaria in that regency need trainning to the chief of health centre, medical staff, and complete directive book and standard of case finding and treatment in health centre.

Kata Kunci : Manajemen Kesehatan Masyarakat,Penemuan dan Pengobatan Malaria,Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah,Case finding, Treatment, Activity evaluation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.