KEJADIAN DIARE PADA KUCING DI LABORATORIUM KLINIK HEWAN JOGJA PERIODE JANUARI – FEBRUARI 2014
RENNY SEPTI H, Prof. Dr. drh. Sri Hartati, SU
2014 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANPelaksanaan Praktek Kerja Lapangan di Laboratorium Klinik Hewan Jogja dimulai pada tanggal 24 Februari 2014 sampai dengan 1 Maret 2014. Penyusunan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kejadian diare pada kucing di Laboratorium Klinik Hewan Jogja periode Januari – Februari 2014 yang meliputi gejala, penyebab, dan penanganannya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara, observasi langsung dan pengambilan data sekunder dari kartu ambulatoir pasien Laboratorium Klinik Hewan Jogja. Berdasarkan hasil pengambilan data sekunder dan pemeriksaan secara langsung, jumlah pasien kucing di Laboratorium Klinik Hewan Jogja pada periode Januari 2014 sampai dengan Februari 2014 adalah 432 ekor. Dan pasien yang terkena diare ada 26 ekor yang disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa, cacing dan gangguan fisiologi pada saluran pencernaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa kejadian diare pada kucing di Laboratorium Klinik Hewan Jogja periode Januari – Februari 2014 adalah 6,02%.
Implementation of Field Work Practice at Laboratorium Klinik Hewan Jogja began on February 24, 2014 until March 1, 2014. Preparation of this final task aimed to determine the incidence of diarrhea in cats at Laboratorium Klinik Hewan Jogja period January to February 2014 covering the symptoms, causes, and treatment. The methods were used in data collection are interviews, direct observation and collection of secondary data from patients ambulatoir card at Laboratorium Klinik Hewan Jogja. Based on the results of the secondary data collection and direct examination, total patients at Laboratorium Klinik Hewan Jogja period of January 2014 until February 2014 were 432 patients. There were 26 patients with diarrhea caused by bacteria, viruses, protozoa, worms and gastrointestinal physiological disorders. So it can be concluded that the incidence of diarrhea in cats at Laboratorium Klinik Hewan Jogja period of January – February 2014 were 6.02%.
Kata Kunci : diare, kucing, Laboratorium Klinik Hewan Jogja