Sistem rujukan pasien pengguna kartu sehat di RSUD DR. M. Yunus Bengkulu
KARDJONO, Fx, dr. Kristiani, SU
2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatRumah Sakit Umum Daerah Bengkulu merupakan rumah sakit tipe B non pendidikan, rumah sakit swadana daerah dan merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di propinsi Bengkulu. Misi rumah sakit adalah menjadi pusat rujukan medik terbaik di Propinsi Bengkdu melalui pelayanan prima. RSUD membuat kebijakan tentang pembebasan seluruh biaya pelayanan kesehatan rujukan bagi pasien pengguna kartu sehat. Dari bulan Januari sampai bulan Desember 2000 RSUD telah melayani pasien kartu sehat sebanyak 3.477 orang. Tujuan penelitian untuk menggambarkan sistem rujukan pasien pengguna kartu sehat dan pemahaman pasien, petugas puskesmas dan petugas rumah sakit tentang rujukan kartu sehat serta mekanisme rujukan dan kriteria jenis penyakitnya. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan rancangan cross sectional, lokasi penelitian di RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu. Populasi dan sampelnya adalah rujukan pasien rawat inap pengguna kartu sehat, metode pengambilan sampel dengan sampling waktu dari tanggal 18 Juni 2000 sampai 18 Juli 2000. Alat ukur penelitian dengan kuesioner, panduan wawancara, chek list. Variabel penelitian meliputi input, process, output Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tentang pemahaman rujukan kartu sehat antara pasien sebagai pengguna pelayanan, petugas puskesmas yang merujuk dan petugas rumah sakit sebagai pemberi pelayanan, karena latar belakang pendidikan pola pikir, sudut pandang dan persepsi yang berbeda. Petugas pemberi pelayanan kesehatan dalam bertugas belum menjiwai pekerjaan dan profesinya. Kriteria jenis penyakit dan mekanisme rujukan dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan pedoman. Kesimpulannya sistem rujukan pasien pengguna kartu sehat di Bengkulu terdapat perbedaan autara pedoman dengan kenyataan. Saran diadakan pelatihan pelatihan tentang KS bagi petugas kesehatan, diperlukan kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Daerah yang mengatur sistem rujukan pasien KS.
Regional Public Hospital (RPH) in Bengkulu Province is a B-type, non education, and self funded hospital , and the top referral hospital in the region. Its mission is "to be the best referral hospital in Bengkulu Province by delivering high quality services." The RPH has implemented a policy that exempts all costs for paien holding health cards in the referral health service. From January to December 2000, the RPH served 3.477 patients holding heath card. This study aimed to find out the referral system for patients holding health card, the understanding of patients, medical staffs at community health centers and hospital about health card referral, referral mechanism and disease type criteria. It is observational applying qualitative and quantitative method with a case study design, held at Dr.M.Yunus Hospital, a RPH in Bengkulu Provice. The population and sampel are the referred in- patiens holding health card, drawn by atime-sampling technique from 18 June to 18 July 2000. The measurng instruments are questionnaires, guided interview, check list. The variables are the Input, Process and Output. The findings referrals that there are some differences in the understanding about health card referrals among patiens using the services, staffs who write the referrals at the community health center, and the staffs who deliver the service at the hospital due to their different educational backgrounds, ways of thingking, and perspectives. Staffs who deliver health services have not been committed in their work and profession. The implementation of referral mechanism and disease type criteria is not in accordance with the guidelines. It is concluded that there were differences between the real conditions and the guidelines in terms of referral system of patiens using health card at the Regional Public Hospital of Bengkulu. It is therefore, recommended to conduct training for medical staffs on the referral system of health card. The regional Government is recommended to reformulate policies regulating the referral system for health card patiens.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Sistem Rujukan,Kartu Sehat