ANALISIS ETIK, DISIPLIN, DAN HUKUM TERHADAP PENANGANAN BAYI “U†DALAM COUVIES DI RS PM YOGYAKARTA
BUDHI SURYADHARMA, Dr. Soegandhi., Sp.F(K)
2014 | Tesis | S2 Magister Hukum KesehatanRumah sakit telah berkembang menjadi suatu unit sosio ekonomi yang majemuk. Meskipun di pagari oleh etika kedokteran, tetapi setiap rumah sakit juga mengejar keuntungan secara bisnis. Hal ini juga disadari oleh pasien. Sehingga akhir – akhir ini pasien merasa mereka layak mendapatkan kesembuhan dari setiap penyakitnya setelah berobat ke rumah sakit terutama karena mereka sudah mengeluarkan biaya untuk pengobatan. Terdapat suatu kasus tuduhan malpraktik terhadap RS PM Yogyakarta. Kasus ini menjadi menarik karena keluarga pasien tidak menunjuk seorang dokter di rumah sakit yang melakukan kesalahan, tetapi institusi rumah sakit lah yang dianggap melakukan kesalahan prosedur dalam menangani kasus anaknya dan bahwa kasus ini muncul setelah adanya second opinion dari dokter lain serta ketidak jelasan dari pihak rumah sakit. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa kasus ini dari segi etik, disiplin dan hukum kedokteran. Secara khusus peneliti ingin mengetahui kronologis terjadinya dan proses penyidikan, mengetahui analisa kasus oleh saksi ahli, yaitu IDAI serta oleh penyidik serta analisa yuridis yang dilakukan oleh penyidik, dan penyelesaian sengketa kasus bayi “U†dalam couvies di RS PM Yogykarta, menganalisa aspek etik yang terkait dalam kasus menurut KODEKI dan KODERSI, menganalisa aspek disiplin yang terkait dalam kasus menurut Pedoman Penegakan Disiplin Kedokteran, menganalisa aspek hukum yang terkait menurut hukum pidana, perdata dan administrasi negara Penelitian ini merupakan case report study tentang fenomena tuntutan orang tua pasien bayi “U†terhadap RS PM Yogyakarta. Data diambil dari dokumen – dokumen yang terkait dengan kasus ini dan dianalisa segi etik, disiplin dan hukum kedokteran berdasar standar pelayanan medis, KODEKI, KODERSI, Pedoman Penegaan Disiplin Kedokteran serta hukum perdata, pidana dan admisnistrasi negara. Tidak ditemukan unsur kesalahan atau kelalaian dalam kasus penanganan bayi “U†dalam couvies, karena semua telah dilakukan sesuai standar pelayanan medis. Meski demikian dalam kasus ini banyak sekali pasal – pasal etik maupun disiplin kedokteran yang terkait. Beberapa dari pasal – pasal tersebut yang bertentangan serta ada pula yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hospital lately had developed in to a complex socio economic unit. Although it had been fence by medical ethic, but every hospital still seek for greater profit. This phenomenon realized by patient. And so lately the patient feels that they have rights to heal from their illness after they take the medication, in a hospital. There was a case happened at PM Yogyakarta Hospital. This hospital had been charge of malpractice in treated baby “U†in the couvies. The writer attracted to this case because baby “U†parents not suing the doctor, but the hospital. And they reported this hospital to the police after they had second opinion from other doctor and after they did not have clearly explanation from the hospital about their child’s illness. The general objective of this study is to know ethic, discipline, and law analytic in the management of baby “U†in couvies at PM Yogyakarta Hospital. The specific objectives are to know the chronologies and investigation process from the police, to know case and juridical analytic, to analyze this case from ethic point of view according KODEKI and KODERSI, to analyze this case from discipline point of view according Handbook of Medical Discipline, to analyze this case from law point of view according civil, criminal and Medical law. This is a case report study about the phenomenon of baby “Uâ€s parents’ demand to PM Yogyakarta Hospital. The Data taken from document that connected to this case, like medical record, etc and then this document analyzed from ethic, discipline and medical law point of view according standard operational procedure, KODEKI, KODERSI, Handbook of Medical Discipline and also civil, criminal and medical law. There were no cupa lata found in this case because all of the procedures had followed the standard operational procedure. Nevertheless, there were a lot of medical ethic and discipline law that should understand by all doctor whose practice medicine.
Kata Kunci : malpraktek, pelanggaran etik, mediasi