Laporkan Masalah

Sistem informasi sebagai pendukung manajemen program pelayanan antenatal di Kabupaten Lamongan Jawa Timur

SOETARMIATI, Rochendah, dr. Kristiani, SU

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang Pelayanan antenatal (ANC) merupakan komponen Program Kesehatan Ibu dan Anak. Manajemen ANC yang baik memerlukan dukungan informasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang baik memberikan jaminan atas ketersediaan informasi. Sasaran pelayanan, misalnya jumlah ibu hamil, cakupan Ki, K4, TTi, TT2, Fei, Fe3 merupakan informasi yang diperlukan untuk manajemen ANC. Kualitas informasi ditentukan oleh akurasi, ketepatan waktu dan relevansi. Di Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan SIM ANC belum terlaksana secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui input, proses dan output SIM ANC. serta pemanfaatan data dan informasi untuk pemberian ANC di Puskesmas dan wilayah kerjanya. Metode Penelitian Studi kasus dilakukan untuk mempelajari komponenkomponen input, proses, dan output SIM. Penelitian ini dilakukan di puskesmaspuskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Puskesmaspuskesmas Moropelang, Tlogosadang, hnongan, dan Madman dipilih untuk pengamatan proses SIM. Pemilihan puskesmas didasarkan atas strata manajemen. Subjek penelitiannya adalah Kepala Puskesmas sejumlah 4 orang, semua Bidan di Desa (BDD) sejumlah 295 orang, petugas Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) 3 1 orang dan Bidan Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 31 orang. Pengumpulan data melalui penyebaran angket, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan cek dokumentasi. Hasil Hasil penelitian menunjukkan hampir semua sarana yang dibutuhkan (80%) terpenuhi. Nmun terdapat variasi pada ketersediaan dana. Untuk SP3 (1 00%) dan Bidan Koordinator KIA (1 00%) terpenulii sedangkan untuk BDD (50%) terpenuhi dan selebihnya masih menggunakan dana pribadi. BDD (83%) dan Bidan Koordinator KIA (93%) melakukan pengelolaan data berupa Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA). Pembuatan PWS KIA dikerjakan untuk memenuhi pertnintaan Dinas Kesehatan Kabupaten, selingga perencanaan yang disiisun juga untuk memenuhi permintaan Dinas Kesehatan Kabupaten tanpa memahami lebih lanjut tujuan dari perencanaan tersebut. Kesimpulan Kemampuan tenaga pelaksana SIM masih kurang optimal dalam melakukan tugas sehingga SIM ANC yang ada belum mencerminkan datdinfonnasi yang tepat waktu, akurat dan relevan untuk mendukung pengarnbilan keputusan

Background: Antenatal Care (ANC) is a component of Maternal and Child Health (MCH) Program. In order to deliver ANC properly, information for planning, monitoring, and evaluation were necessary. Management Information System (MIS) assures continuous supply of information needed. Number of pregnant mother, ANC coverage, Iron supplementation coverage as well as Tetanus Toxoid immunization coverage is an example of informations needed for ANC management. Quality of information is characterized by its accuracy, timeliness, and relevant to its usage. In Lamongan’s District Health Office (DHO), MIS was not run properly. The aim of the study was to describe components of input, its process and output of MIS of ANC, as well as the use of the information data for the provision of ANC at Health Center (HC). Methods: A case study was conducted to describe the components of input, process and output of MIS. The study was done in HCs in Lamongan regency. Moropelang, Tlogosadang, Liunongan, and Maduran HC were selected for detailed description of MIS in antenatal care. Selection was based on management stratification. The study subjects were as follows: 4 HCs physician, 295 Village Midwives, 3 1 Recording and Reporting Officer, and 3 1 MCH coordinators. Data was collected through self-administered questionnaire, depth interviews, focus group discussion and observation. Discussion The study showed that all resources needed were made available by District Health Office. Budget allocation was not covered all necessary spending, especially at village level. Most of Village Midwives and MCH coordinators processed and presented in accordance to Local Area Monitoring (LAM) of MCH. LAM MCH was prepared to comply for the order from DHO, and its use for planning without comprehending its purpose. Conclusions The competence of staff in performing MIS is unsatisfied. The quality of information cannot be assured.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan, Program Antenatal, Sistem Informasi Manajemen, Management Information System, Registration and Reporting, Antenatal Care.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.