KAJIAN NUTRITIF PAKAN RUSA TIMOR (Cervus timorensis) DI LEMBAH PALU SULAWESI TENGAH
Muh. Sadik Arifuddin, Ir.,M.Sc., Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, MS.; Ir. Hari Hartadi, M.Sc., Ph.D.; Prof. Ir. Damry HB, MAgr.Sc.,Ph.D.
2014 | Disertasi | S3 Ilmu PeternakanPenelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari kajian nutritif pakan rusa timor yang terdapat di Lembah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dan secara spesifik bertujuan untuk mengetahui identifikasi dan nilai nutrisi secara kimia berbagai jenis pakan lokal rusa timor, mengukur produksi hijauan pakan rusa timor, mengevaluasi kecernaan pakan rusa timor secara in vitro gas tes, dan mengukur tingkat konsumsi dan kercernaan nutrient ransum pada rusa timor secara in vivo dan. Penelitian dilaksanakan dalam empat tahap yaitu : I. Identifikasi dan komposisi kimia bahan pakan lokal rusa timor di Lembah Palu Sulawesi Tengah. II. Produksi hijauan pakan rusa timor di Lembah Palu. III. Evaluasi berbagai bahan pakan lokal rusa timor secara in vitro gas tes. IV. Tingkat konsumsi dan kecernaan ransum rusa timor secara in vivo., Sulawesi Tengah. Penelitian ini menemukan bahwa hasil identifikasi pakan hijauan dan konsentrat memiliki komposisi kimia yang berbeda pada musim kemarau dan musim hujan, dan hasil analisis gas tes secara in vitro menunjukkan bahwa total produksi gas yang dihasilkan dari pakan hijauan juga berbeda pada musim kemarau dan musim hujan. Untuk produksi hijauan pakan rusa timor, hasil perhitungan menunjukkan bahwa kapasitas tampung padang penggembalaan alam untuk pemeliharaan rusa timor di Lembah Palu Sulawesi Tengah bervariasi tergantung jenis hijauan yang digunakan. Untuk jenis pakan hijauan seperti rumput gajah, jumlah ternak rusa yang bisa ditampung adalah sekitar 14,99 ekor/ha/tahun. Sedangkan untuk pakan hijauan seperti rumput lapang, kangkung dan jagung secara berturut-turut adalah 3,69, 2,88 dan 17,29 ekor/ha/tahun. Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa perlakuan R1 yaitu pemberian ransum dedak padi 1,5% dengan hijauan jagung ad-libitum pada rusa timor memberikan pengaruh yang nyata (P < 0,05) pada konsumsi ransum akan tetapi kecernaan tidak berpengaruh nyata.
This study was designed in general to investigate the nutritional properties of feeds consumed by Timor deer in Palu Valley, Central Sulawesi. Specifically, the study was carried out to indentify and analyzed the locally-available Timor deer’s feeds, measuring production of the feeds in the field, as well as estimate intakes of the feeds by animal and their digestibility both in-vitro and in-vivo,. The study consisted of four phase: I. Identification and laboratory analysis for chemical composition of local feeds consumed by Timor deer in Palu Valley, during wet and dry seasons, II. Measurement of the local feeds production, III. in-vitro digestion study of the feeds, and IV. Measurement of intake and digestibility in-vivo. Results indicated that the the type of feeds consumed by Timor deers remained similar between dry and wet seasons, but there were seasonal variations in chemical compositions or in-vitro degradability in the rumen. Using data of chemical analysis and production measurement, it was calculated that different feeds were able to support number of Timor deers differently. Maize forage was able to support approximately 70 heads of Timor deer, followed by Pennisetum purpureum (60 heads), water spinach (23 heads), and native grass (9 heads). Results of feeding trials indicated that dietary treatments affected parameters observed in which feeding Timor deers with maize forage supplemented with rice bran (1.5% body weight) exhibited the highest feed intake despite that digestibility was not affected.
Kata Kunci : Rusa timor, In vitro gas tes, Konsumsi pakan, Kecernaan pakan, Produksi hijauan