Laporkan Masalah

Pengaruh pelatihan kuliner bagi juru masak terhadap mutu makanan pasien di RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar

FATIMAH, Sitti, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,Dr.PH

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : salah satu tujuan kegiatan pelayanan gizi rumah sakit (PGRS) adalah menyajikan makanan yang bermutu kepada pasien. Hingga saat ini upaya peningkatan mutu makanan di rumah sakit belum dilakukan secara terpadu. Masalah yang dihadapi masih merupakan masalah dasar, salah satunya adalah jumlah dan kualitas tenaga yang kurang memadai. Oleh karena itu diperlukan tenaga juru masak yang profesional dan mampu untuk menyelakan makanan yang sesuai dengan standar. Untuk mencapai ha1 tersebut salah satu carariya adalah dengan pelatihan. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pelatihan kuliner bagi juru masak terhadap mutu makanan pasien. Metode penelitian : penelitian quasi experiment dengan rancangan time series. Subjekpenelitian adalah 30 orang juru masak di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan penilaian dengan menggunakan kuesioner dan daftar tilik. Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan juru masak tentang kegiatan pengolahan makanan, serta mutu makanan pasien. Analisis data dilakukan dengan uji t dan unovu. Hasil penelitian : ada peningkatan nilai rerata pengetahuan sebesar 8.64k2.70 (p<0.05), peningkatan nilai rerab sikap 20.34k6.32 (F0.05) dan peningkatan nilai keterampilan 7.98k1.64 (p

Background : the main purpose of hospital nutrition service activity is providing qualified food to patient. So far, the efforts to improve food quality in hospital have not been done integratedly. Hospital still faces basic problems such as lack of cooks in either quantity or quality. Hospital needs, therefor professional cooks who are able to serve food correctly based on standard, and providing a culinary training for the cooks is needed to improve food quality. Objectives : to find out the effect of culinary training for the cook to patient’s food quality. Method : this study was a quasi experimental with time series design. The subject of study were 30 cooks at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar. Data were collected through observation and assessment using questionnaires and check-list. Ttest and anova analyses were used to analyse the data on knowledge, attitude, skill of food preparation and food quality. Result : this study showed that there were improvement on scales of knowledge 8.64k2.70 (p<0.05), attitude 20.34F6.32 ( ~ 0 . 0 5a)n d skill 7.89k1.64 (p<0.05) after the training. There were also improvement on food performances (colour, texture, size of portion, appearance, serving) and taste (temperature, flavour, tenderness, maturity, odour). Conclusion : there were improvements of cook’s knowledge, attitude, skill and food quality of patient after culinary training.

Kata Kunci : Gizi Pasien, Mutu Makanan, Pelatihan Kuliner Juru Masak, training, culinary, cook, quality, food service.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.