KAPASITAS INFILTRASI PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN (Studi Kasus di Dusun Sumbersari, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur)
DESSY RATNASARI, Dr. Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANPenggunaan lahan yang berbeda–beda dengan berbagai variasi jenis tanaman yang ditanam akan memberikan dampak terhadap tanah, seperti halnya di Dusun Sumbersari, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berbagai macam penggunaan lahan dalam hutan rakyat mempengaruhi kondisi tanah disekitarnya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kapasitas infiltrasi pada berbagai penggunaan lahan di lokasi tersebut dengan variasi jenis tanaman dan metode pengukuran yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur kapasitas infiltrasi, membandingkan kapasitas infiltrasi pada penggunaan lahan alas (hutan), tegalan, perkebunan, dan tanah lapang. Metode yang digunakan yaitu dengan pengambilan data secara langsung dengan menggunakan single ring infiltrometer dan double ring infiltrometer pada 7 plot dengan berbagai variasi kondisi yaitu: alas (hutan) dengan tegakan jati berumur 5 tahun, alas (hutan) dengan tegakan jati berumur 8 tahun, tegalan dengan sistem pertanaman tumpangsari sengon dan rumput gajah, tegalan dengan sistem pertanaman tumpangsari sengon, ketela dan jagung, lahan perkebunan dengan tanaman tebu yang baru ditanam (0x panen), lahan perkebunan dengan tanaman tebu yang sudah mengalami 3x panen, dan tanah lapang. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kapasitas infiltrasi pada 7 plot bervariasi. Kapasitas infiltrasi alas (hutan) dengan tegakan jati berumur 5 tahun, alas (hutan) dengan tegakan jati berumur 8 tahun, tegalan dengan sistem pertanaman tumpangsari sengon dan rumput gajah, tegalan dengan sistem pertanaman tumpangsari sengon, ketela dan jagung, lahan perkebunan dengan tanaman tebu yang baru ditanam (0x panen), lahan perkebunan dengan tanaman tebu yang sudah mengalami 3x panen, dan tanah lapang yang diukur dengan menggunakan single ring dan double ring adalah 300 mm/jam, 300 mm/jam, 150 mm/jam, 150 mm/jam, 150 mm/jam, 60 mm/jam, 60 mm/jam, 90 mm/jam, 150 mm/jam, 30 mm/jam,150 mm/jam, 250 mm/jam, 30 mm/jam dan 30 mm/jam.
Variation of land uses with variation of plant give impact to the land, Such as in the Sumbersari Village, Tumpakrejo, Malang Regecy, East Java. The variation of land use in community forest affect the soil condition. The objective of this research was to obtain information on infiltration capacity in different land uses and compare them. In this research, there are four types of land uses, namely forest, tegal, plantation, and field. The infiltration capacity measurement conducted in forest, tegal, plantation, and field used single ring infiltrometer dan double ring infiltrometer. The setting of the study was divided into different observation zones namely plots, which is in forest with 5-years-old teak stands, forest with 8-years-old teak stands, tegal with agroforestry of sengon and rumput gajah, tegal with agroforestry of sengon-cassava-corn, plantation with the young sugar cane, plantation with 3-times-harvested sugar cane , and field. The results of this research suggest that there are variation of infiltration capacity in seven plots. The infiltration capacity of forest with 5-years-old teak stands, forest with 8-years-old teak stands, tegal with agroforestry of sengon and rumput gajah, tegal with agroforestry of sengon-cassava-corn, plantation with the young sugar cane, plantation with 3-times-harvested sugar cane , and field was 300 mm/hour, 300 mm/hour, 150 mm/hour,150 mm/hour,150 mm/hour,60 mm/hour, 60 mm/hour, 90 mm/hour, 150 mm/hour, 30 mm/hour,150 mm/hour, 250 mm/hour,30 mm/hour,30 mm/hour and 30 mm/hour.
Kata Kunci : Kapasitas infiltrasi, Variasi Penggunaan Lahan.