Laporkan Masalah

MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DINAS BALAI PENGEMBANGAN BIBIT PAKAN TERNAK DAN DIAGNOSTIK KEHEWANAN (UPTD-BPBPTDK) SLEMAN YOGYAKARTA

AMIN NUR IKHWAN, Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si

2014 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Kualitas dan kuantitas produksi susu sapi perah yang optimal ditentukan oleh menejemen pakan yang baik. Tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mengetahui menejemen pakan pada sapi perah di peternakan sapi perah Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak Dan Diagnostik Kehewanan (UPTD-BPBPTDK) Sleman Yogyakarta. Materi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah data rekording manajemen pakan sapi perah UPTD-BPBPTDK. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara mengikuti praktik secara langsung, wawancara dengan pegawai setempat, dan observasi langsung terhadap pakan yang diberikan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis pakan yang diberikan, komposisi pakan dan proses pemberiannya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis pakan yang diberikan adalah konsentrat dan hijauan. Konsentrat diberikan dua kali sehari sebelum pemerahan sedangkan hijauan diberikan dua kali sehari pasca pemerahan. Jumlah pemberiannya bervariasi sesuai kebutuhan dan umur ternak. Pedet lepas sapih diberi konsentrat 1 sampai 1,5 kg/hari dan hijauan 10 kg/hari. Konsentrat untuk sapi dara 4 kg/hari dan hijauan 20 kg/hari. Sedangkan konsentrat untuk sapi laktasi sebanyak 4 kg/hari dan hijauan 30 kg/hari. Berdasarkan data yang diketahui dapat disimpulkan bahwa manajemen pemberian pakan pada sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pengembangan Bibit, Pakan Ternak Dan Diagnostik Kehewanan (UPTDBPBPTDK) belum optimal.

The quality and quantity of dairy cows’ optimal production is determined by a good feed management. The objective of the thesis writing is to find out the dairy cows’ feed management in the dairy farm of the office’s technical implementation unit – the development center of seeds, animal feed and veterinary diagnostics (UPTD-BPBPTDK), Sleman Yogyakarta. The materials used in the writing thesis were the data recordings of the dairy cows’ feed management in UPTD-BPBPTDK. The method used in the data collection was by attending the practices directly, conducting interviews with local officials and directly observing the feed given. The data collected included the type of the feed given, the composition of feed, and the giving process of the feed. The result of the observation shows that the type of the feed given is concentrate and forage. Concentrate administered twice daily before milking while forage isgiventwice a day after milking. The amount of the feed giving is varied, according to the needs and the age of the cattle. Weaning calves are given 1-1.5 kg concentrate/day and 10 kg of forage/day. The concentrate for heifers is 4 kg/day and the forage is 20 kg/day. Meanwhile, the concentrate for lactating cows is 4 kg/day and the forage is 30 kg/day. Based on the data known, it can be concluded that the feeding management of the dairy cows in the office’s technical implementation unit the development center of seeds, animal feed and veterinary diagnostics (UPTDBPBPTDK) is not optimal.

Kata Kunci : Sapi perah, konsentrat, hijauan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.