Laporkan Masalah

PERAN OMBUDSMAN RI PERWAKILAN DIY DALAM PELAPORAN PENATAAN PASAR TRADISIONAL DI YOGYAKARTA

FERINA M, Dr. Harry Supriyono, S.H., M.Si.,

2014 | Tugas Akhir | D3 HUKUM (PARA LEGAL)

Kota Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan ciri khas tradisionalnya yang sangat melekat. Visi pembangunan Kota Yogyakarta 2012-2016 “Terwujudnya kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan berkualitas, berkarakter dan inklusif, pariwisata berbasis budaya, pusat pelayanan jasa yang berwawasan lingkungan dan ekonomi kerakyatan.” Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ekonomi rakyat adalah keberadaan pasar tradisional. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam periode krisis ekonomi, diakui peran sektor informal menjadi penyelamat ekonomi kerakyatan. Sektor informal yang diwakili oleh usaha kecil dan menengah (UKM) ini berhulu dan sekaligus bermuara di pasar tradisional. Perannya menjadi daya dukung dalam mengurangi pengangguran sekaligus kemiskinan yang tak heran jika pasar tradisional merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Pasar tradisional memiliki potensi dalam perkembangan dari segi sosio-ekonomi yang mana perlu dioptimalkan. Akan tetapi, polemik mulai muncul kepermukaan disaat pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik belum dapat mengoptimalkan perannya dalam menata pasar tradisional dengan baik. Disaat yang bersamaan, muncul sebuah kekecewaan dari para pelaku ekonomi yang salah satunya pedagang sebagai faktor penting dalam pasar tradisional. Berangkat dari kekecewaan atas pelayanan yang diberikan pemerintah tersebutlah, para pedagang mengadu kepada lembaga pengaduan yang bernama Ombudsman. Disinilah Ombudsman sebagai lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik diharapkan berperan signifikan dalam penyelesaian masalah.

As one of special region in Indonesia, Yogyakarta is renowned for its traditional characteristic. Along with Yogyakarta Strategic Plan 2012-2016 \\"Realization of Yogyakarta as the quality education, has character and inclusive, culture-based tourism, social economically and environmentally insight service center city\\", the existence of traditional markets become one of the most influential factors in its people's economy development. It is inevitable that in the period of economic crisis, the informal sector which is represented by small and medium enterprises (SMEs) turned into economic savior. It took places both in the traditional markets’ upstream and downstream, carrying capacity of its role in reducing poverty and unemployment. No wonder the traditional market is claimed as part of the backbone of the national economy, but still need to be optimized. However, debate began to surface when the government as a public service providers have not been able to optimize its role in managing the traditional market well. At the same time, the disappointment from the business communities, especially the merchants as an important factor in the traditional market, arose and led to increasing in the amount of complaints to Ombudsman. Hence, Ombudsman as a state institution that has the authority to oversee public services are expected to play a significant role in the resolution of problems.

Kata Kunci : Pasar tradisional, peran pemerintah, Ombudsman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.