EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI BANTARAN SUNGAI GAJAH WONG KOTA YOGYAKARTA
ELITA PUTRI RAHMAWATI, Ratna Eka Suminar, ST., M.Sc.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTABantaran sungai merupakan ruang antara tepi palung sungai hingga kaki tanggul sebelah dalam sungai yang juga bagian area garis sempadan sungai. Di Kota Yogyakarta peraturan area sempadan di Sungai Gajah Wong realitanya tidak dipatuhi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan lahan bantaran sungai sebagai permukiman. Permasalahan permukiman bantaran sungai oleh Pemerintah sering menganggap sebagai masalah kuantitas. Akan tetapi, apabila ditinjau lebih dalam, permukiman bantaran sungai bukan hanya tentang kuantitas, namun juga tentang kualitas dari lingkungan permukiman. Hal ini dikarenakan permukiman bantaran sungai bukan suatu hal yang bisa ditiadakan dan kemudian diganti dengan perumahan vertikal, tapi lebih terhadap kualitas, dimana permukiman bantaran dengan kualitas yang baik akan menggurangi permasalahn permukiman bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas lingkungan permukiman yang ada di bantaran sungai, serta menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lingkungan permukiman di bantaran Sungai Gajah Wong Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus eksplanatif dengan proporsi sifat deduktif lebih banyak dari induktif. Dari hasil penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa di bantaran Sungai Gajah Wong, memiliki kualitas lingkungan permukiman mayoritas sedang. Namun variabel IPAL dan air minum secara beruntun mendapatkan nilai buruk di setiap tingkatan kualitas lingkungan permukiman. Selain itu juga terdapat dua faktor yang mempengaruhi kualitas lingkungan permukiman di bantaran sungai, yakni faktor keberadaan lahan kosong di bantaran sungai dan kesadaran lingkungan bantaran sungai.
Riverbank refers to the space stretched from the edge of riverbed to the inner side of embankment, which also acts as part of the river borderline. In Yogyakarta City, the reality did not correspond to the regulation regarding river borderline area alongside Gajah Wong River. This is shown by settlements that dominate the land use along the riverbank. Government considers the issue related to the riverbank settlements as quantity problem. However, in deeper view, the problem on riverbank settlements is about not only quantity, but also quality of the neighborhood. Riverbank settlements are not something which can easily be demolished and replaced by vertical housing units. The problem leads further to quality issue, which can only be solved by creating good quality neighborhood along the riverbank. This research aimed to measure and find factors influencing neighborhood quality along Gajah Wong riverbank in Yogyakarta. Method use in this study is explanatory case-study with bigger proportion on deductive than on inductive feature. The result of this research is a conclusion that neighborhood along Gajah Wong riverbank have mayority qualities average. Yet the variables of IPAL (waste water treatment plant) and drinking water consecutively got bad score at every level of neighborhood quality study. Furthermore, this research found two factors which affect neighborhood quality alongside the riverbank: the existence of vacant land and awareness from people living in the neighborhood.
Kata Kunci : Kualitas Lingkungan Permukiman, Bantaran Sungai, Sungai Gajah Wong