Evaluasi Potensi Batuan Induk pada Serpih di Formasi Talang Akar, Cekungan Sumatera Selatan dengan Metode Geokimia dan Petrografi Organik
WINDA NOVIANTI, Dr. Donatus Hendra Amijaya, S.T., M.T.
2014 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGICekungan Sumatera Selatan merupakan salah satu cekungan penghasil minyak dan gas bumi di Indonesia dengan Formasi Talang Akar yang berperan sebagai batuan induk pada cekungan ini. Pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap lima belas sampel serpih yang diambil dari singkapan pada Formasi Talang Akar, dimana lokasi pengambilan sampel terbagi pada dua daerah yang berbeda yaitu Pangkalan Balai dan Lahat. Analisa yang dilakukan berupa Rock Eval Pyrolysis dan petrografi organik dengan tujuan untuk mengetahui kualitas batuan induk, kuantitas material organik dan tingkat kematangan termal serta hubungan antara parameter geokimia dengan petrografi organik. Hasil dari analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa pada sampel serpih dari Pangkalan Balai tergolong cukup berpotensi hingga berpotensi baik sebagai batuan induk, tergolong tipe kerogen II dengan kandungan maseral dominan penyusunnya berupa maseral liptinit. Tingkat kematangannya tergolong immature. Sampel serpih dari Lahat tergolong sedikit berpotensi hingga berpotensi baik sebagai batuan induk, tergolong tipe kerogen I dengan maseral liptinit sebagai penyusun maseral dominannya. Tingkat kematangan serpih Lahat berkisar dari immature - early mature. Hubungan antara parameter-parameter geokimia dengan petrografi organik, seperti Tmax vs Ro, PI vs Ro, S1+S2 vs Ro, dan HI vs Ro menunjukkan korelasi yang positif.
South Sumatera Basin is one of petroleum producing basins in Indonesia with Talang Akar Formation as source rock. In this research, analysis was conducted on fifteen outcrop samples of shale of Talang Akar Formation, where the sampling area is divided into two different areas, Pangkalan Balai and Lahat. Method used of this research are Rock Eval Pyrolysis and petrographic organic in order to determine the quality of source rock, the quantity of organic material, thermal maturity level and the relationship between geochemical parameters with organic petrography characteristics. The results of the analysis shows that the shale samples from Pangkalan Balai are quite potential to good potential as a source rock, classified as type II kerogen and containing maceral liptinit as dominant maceral. Its maturation level is immature. Whereas Lahat geochemistry data shows less potential to good potential to be source rock, classified as type I kerogen and maceral liptinit as the dominant constituent maceral. Its level of maturity is immature to early mature. The relationship between geochemical parameters with organic petrography characteristics, such as Tmax vs Ro, Ro vs. PI , S1 + S2 vs Ro and Ro vs. HI shows a positive correlation.
Kata Kunci : serpih, geokimia, Formasi Talang Akar, Cekungan Sumatera Selatan