Laporkan Masalah

PREVALENSI CACING GASTROINTESTINAL PADA BABI PERIODE PERTUMBUHAN DI CV. ADHI FARM KARANGANYAR, SOLO, JAWA TENGAH

ADI PUTRA KURNIAWAN, Dr. drh. Yuriadi, M.P.

2014 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Praktek kerja lapangan (PKL) dilakukan untuk mengetahui prevalensi penyakit cacing gastrointestinal pada babi periode pertumbuhan di Adhi Farm Karanganyar yang dilaksanakan pada tanggal 7-11 april 2014. Populasi babi di Adhi Farm sebesar 1305 ekor terdiri dari induk menyusui 43 ekor. Genjik periode menyusu 424 ekor. Induk bunting 131 ekor. Induk periode kawin 35 ekor. Induk belum kawin 24 ekor. Calon dara 5 ekor. Babi pejantan 9 ekor. Anak babi periode stater dengan berat 8-40 kg ada 445 ekor. Babi periode grower dengan berat badan 40-60 kg ada 75 ekor. Babi periode fetening dengan berat badan 61-100 kg ada 111 ekor. Babi afkir ada 3 ekor. Tujuan tugas akhir ini disusun adalah untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing gastrointestinal pada babi periode pertumbuhan. Metode yang digunakan dengan cara mengumpulakan data dengan mewawancarai para petugas kandang, mengikuti kegiatan yang ada seperti pemberian pakan, pembersihan kandang, pemberian obat, membantu kelahiran, dan perawatan kesehatan. Babi pada periode pertumbuhan diambil sampel fesesnya 15 gram perekor sebanyak 10 ekor yang di tampung pada kantong plastic berlabel, kemudian di kirim ke laboratorium parasitologi FKH-UGM, untuk diperiksakan adanya parasit gastrointestinal. Pada hasil pemeriksaan 10 sampel feses babi periode pertumbuhan, ternyata tidak ditemukan telur cacing gastrointestinal dan 90% terdapat oosista Eimeria sp. Sarannya adalah pembersihan kandang yang rutin, desinfektan kandang dengan larutan fenol, babi yang terkena koksidiosis dipisahkan dari babi yang sehat dan yang terinfeksi koksidia dilakukan pengobatan (golongan sulfa).

-

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.