Laporkan Masalah

KESESUAIAN EKOLOGIS HUTAN PANTAI UNTUK WISATA DAN BUDIDAYA PERTANIAN DI PETANAHAN, KEBUMEN, JAWA TENGAH

Frita Kusuma W, Dr. Erny Poedjirabajoe, M.P.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Ekosistem hutan pantai memiliki potensi sumber daya alam dan jasa lingkungan yang kaya dan beragam sehingga kawasan tersebut banyak dieksploitasi untuk berbagai aktivitas pemanfaatan. Pantai Petanahan merupakan salah satu ekosistem hutan pantai yang telah dimanfaatkan untuk aktivitas wisata dan budidaya pertanian. Pengembangan aktivitas tata guna lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan akan dapat menurunkan fungsi ekologis dari ekosistem tersebut sehingga dapat menurunkan nilai ekonomi dari kawasan hutan pantai Petanahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekologis hutan pantai di Petanahan dan mengkaji apakah kedua aktivitas pemanfaatan yang telah dilakukan saat ini telah sesuai untuk dikembangkan di dalam ekosistem hutan pantai Petanahan. Penelitian ini dilakukan di ekosistem hutan pantai Desa Karanggadung dan Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan dengan mengelompokkan kawasan menjadi tiga bagian berdasarkan jarak dengan pantai, yaitu Bagian I dengan jarak dekat (0 – 185 m), Bagian II dengan jarak sedang (185 – 365 m), dan bagian III dengan jarak jauh (365 – 548 m). Data yang diambil yaitu, (1) struktur dan komposisi vegetasi; (2) komposisi satwa burung; (3) kualitas fisik dan kimia habitat yang meliputi, suhu dan kelembaban udara, kelerengan, kecepatan angin, kualitas kimia air, kualitas fisik dan kimia tanah, kondisi fisik pantai; dan (4) profil sosial masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, keanekaragaman spesies vegetasi dan burung termasuk kategori rendah sampai sedang. Semakin jauh dari pantai, kondisi fisik dan kimia ekosistem hutan pantai menunjukkan adanya perbaikan kondisi tanah, diantaranya yaitu tekstur tanah, salinitas, dan kandungan C-organik tanah. Berdasarkan analisis kesesuaian ekologis untuk wisata pantai, kawasan tersebut termasuk kelas tidak sesuai untuk jenis aktivitas wisata yang bersentuhan dengan air dan cukup sesuai untuk jenis aktivitas wisata daratan (piknik). Kesesuaian ekologis untuk budidaya pertanian pada lokasi pengamatan Bagian I termasuk kelas tidak sesuai sedangkan untuk Bagian II dan III termasuk kelas sesuai bersyarat. Jenis tanaman pertanian yang paling cocok dikembangkan adalah kelapa, pare, dan pepaya.

Coastal forest ecosystem has a wealth and diverse potential of natural resources and environmental services so that it is exploited so much for utilization activities. Petanahan beach is one of the coastal forest ecosystems which have been used for tourism and agricultural activities. The development of land use activities which does not appropriate with the environmental capacity can reduce the ecological function of the ecosystem so that it can also reduce the economic value of the Petanahan coastal forest. The purpose of this study is to determine the ecological condition of coastal forests in Petanahan and to access whether both of the tourism and agricultural activities which have been done, are appropriate to be developed in the coastal forest ecosystems in Petanahan. This research was conducted in the coastal forest ecosystems at Karanggadung and Karangrejo Village, Petanahan Sub district by classifying areas into three sections based on its distance to the beach, which were Part I is close distance (0-185 m), Part II is moderate distance (185-365 m), and Part III is long distance (365-548 m). The data were taken e.g.: (1) the structure and composition of vegetation; (2) the composition of birds; (3) The physical and chemical quality habitat which covered by temperature and humidity, slope, wind velocity, water chemical quality, physical and chemical quality of soil, physical condition of the beach; and (4) social profile of people. Based on the results of the study, vegetation and bird species diversity were categorized by low to medium scale. The area farther from the coast, the physical and chemical conditions of coastal forest ecosystems showed an improvement of soil condition in the texture, salinity, and C-organic content. Based on the ecological suitability analysis for tourism, these areas are not suitable for specific activity such as water activities (swimming, kayaking, snorkeling) but moderately suitable for littoral activities (such as picnic). Ecological suitability for agriculture, Part I belongs to not suitable class, while for Part II and Part III belong to the conditionally suitable class. Agricultural crops which were most suitable to be developed were coconut, bitter melon, and papaya.

Kata Kunci : ekosistem hutan pantai, Petanahan, wisata, budidaya pertanian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.